Breaking News:

Alasan Pegawai Honorer Juga Dapat Subsidi Gaji

Namun, kata Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah, pegawai honorer tersebut baru dapat menerima subsidi gaji Rp 2,4 juta jika telah menjadi peserta

(Dokumentasi Humas Kementerian Ketenagakerjaan)
Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah kepada Organisasi Buruh Internasional (ILO) memaparkan langkah-langkah pemerintah menekan jumlah pengangguran selama pandemi Covid-19 secara virtual, Kamis (2/7/2020). 

TRIBUNBANTEN.COM - Tak hanya karyawan swasta pekerja swasta dengan kriteria penghasilan di bawah Rp 5 juta, pemerintah juga memberikan subsidi gaji Rp 2,4 juta kepada pegawai non-aparatur sipil negara (ASN) atau pegawai honorer.

Namun, kata Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah, pegawai honorer tersebut baru dapat menerima subsidi gaji Rp 2,4 juta jika telah menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

"Pegawai pemerintah Non-PNS sepanjang dia menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan maka dia memang termasuk yang menerima program bantuan pemerintah ini," kata Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah dalam keterangan pers di Jakarta, Senin (24/8/2020).

Ida Fauziyah menjelaskan, sebelumnya hanya 13,8 juta karyawan swasta saja yang berhak menerima subsidi gaji tersebut.

Namun, atas pertimbangan serta koordinasi dengan kementerian/lembaga (K/L), maka angka penerima subsidi bertambah menjadi 15,7 juta pekerja termasuk pegawai honorer.

"Jadi awalnya 13,8 juta pekerja swasta dengan upah di bawah Rp 5 juta.

Kemudian, setelah kami koordinasi lintas kementerian dan lembaga, kami juga memberikan kesempatan kepada pegawai pemerintah non-PNS yang mereka tidak menerima gaji ke-13 berhak untuk mendapatkan subsidi gaji," jelasnya.

Penyaluran Subsidi Gaji Karyawan Rp 2,4 Juta Ditunda, Ini Kepastikan Jadwal Cairnya

Baru Juga Dapat Gaji ke-13, PNS Kembali Diganjar Subsidi Pulsa, Ini Besarannya

Ilustrasi uang
Ilustrasi uang (Kompas.com/Nurwahidah)

Semula, pemerintah menjadwalkan bantuan subsidi upah/gaji (BSU) atau subsidi gaji kepada 15,7 juta karyawan swasta dan pegawai honorer pada Selasa (25/8/2020) hari ini.

Namun, penyaluran subsidi gaji itu akhirnya ditunda.

Alasannya, karena Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) akan melakukan pengecekan kembali kesesuaian data yang ada selama 4 hari sesuai petunjuk teknis (juknis).

Halaman
12
Editor: Abdul Qodir
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved