Virus Corona
Pandemi Covid-19, Ribuan Pekerja di Tangerang Terpaksa Dirumahkan
Angka pengangguran di Kota Tangerang meningkat di masa pandemi coronavirus disease 2019 (Covid-19).
TRIBUNBANTEN, TANGERANG - Angka pengangguran di Kota Tangerang meningkat di masa pandemi coronavirus disease 2019 (Covid-19).
Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Tangerang, Rakhmansyah, mengatakan angka penganguran itu meningkat sekitar 11 ribu orang jika dibandingkan pada tahun sebelumnya.
"Jumlah pengangguran ada 87.429 orang. Tahun kemarin sekitar 79 ribuan," kata Rakhmansyah saat ditemui Warta Kota di Kantor Dinas Ketenagakerjaan Kota Tangerang, Selasa (25/8/2020).
• Pengangguran di Kota Serang Mencapai 10 Ribu Orang
Dia menilai angka pemutusan hubungan kerja (PHK) selama pandemi Covid-19 ini semakin dinamis.
"Paling banyak dari angka pengangguran itu tingkat SMA/SMK," kata Rakhmansyah.
Jika melihat selama masa pandemi ini, kata dia, sekitar 9 ribu orang terimbas pandemi Covid-19.
"Total ada 9.482 orang yang terdampak," ujar Rakhmansyah.
Sebanyak 74 jumlah perusahaan juga tergulung badai pandemi ini.
"Terkena PHK (pemutusan hubungan kerja) ada 7.511 orang," ucapnya.
• Corona Menyerang, Pengangguran Naik Tajam Mencapai 6,88 Juta Orang, Banten Terbanyak
Sedangkan karyawan yang dirumahkan mencapai 1.971 orang.
Data itu terhitung hingga Agustus 2020.
"Jumlah pencari kerjanya ada 9.653 orang," ucap Rakhmansyah.
Sebelumnya, jumlah pengangguran di masa pandemi Corona atau Covid-19 kian bertambah banyak.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, jumlah pengangguran di Indonesia mencapai 6,88 juta orang dengan persentase terbanyak di Provinsi Banten.
Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Banten mencapai 8,01 persen atau di atas rata-rata nasional 4,99 persen.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/buruh-mengenakan-masker-sepulang-bekerja.jpg)