Virus Corona di Banten
Alat Canggih Pendeteksi Covid-19: Mobile Lab Biosafety Level 2, Tiba di Tangerang Selatan,
Kota Tangerang Selatan menerima alat Mobile Lab Biosafety Level 2. Mobile Lab Biosafety Level 2 adalah laboratorium berjalan untuk melakukan swab test
TRIBUNBANTEN, TANGSEL - Kota Tangerang Selatan menerima alat Mobile Lab Biosafety Level 2. Mobile Lab Biosafety Level 2 adalah laboratorium berjalan untuk melakukan swab test.
Laboratorium merupakan teknologi swab test pertama di Indonesia untuk mendeteksi kasus penyebaran coronavirus disease 2019 (Covid-19).
Alat yang dibuat langsung oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) memberikan laboratorium itu.
Menteri Riset dan Teknologi Indonesia/Kepala Badan Riset Inovasi Nasional Indonesia, Bambang Brodjonegoro mengatakan Mobile Lab Biosafety Level 2 ini diharapkan bisa melakukan tracing Covid-19 sesuai dengan target Presiden Indonesia, Joko Widodo.
"Diharapkan terhadap mobile lab ini bisa menambah kapasitas pemeriksaan perhari sesuai yang ditargetkan menuju 30 ribu perhari. Sekaligus meningkatkan rasio pemeriksaan rate persatu juta penduduk," kata Menteri Riset dan Teknologi Indonesia/Kepala Badan Riset Inovasi Nasional Indonesia, Bambang Brodjonegoro, di Kantor Dinas Kesehatan Tangerang Selatan, Minggu (30/8/2020).
• Pecah Rekor 3.308 Kasus, Tertinggi di DKI dan Jatim, Siapkan Langkah Antisipasi Lonjakan Covid-19
• Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Melonjak Tajam, Pedagang Pasar Malah Demo
Menteri Riset dan Teknologi Indonesia/Kepala Badan Riset Inovasi Nasional Indonesia, Bambang Brodjonegoro menjelaskan alasan pemberian sementara ini dilakukan di Tangerang Selatan karena, kota yang berdekatan dengan DKI Jakarta tersebut mengalami kenaikan angka Covid-19 belakangan ini.
Menurut Menteri Riset dan Teknologi Indonesia/Kepala Badan Riset Inovasi Nasional Indonesia, Bambang Brodjonegoro, Mobile Lab Biosafety Level 2 ini akan berkeliling daerah-daerah yang memang memasuki zona merah Covid-19 untuk dilakukan swab test.
"Intinya kita harus berikan perhatian pemeriksaan kepada daerah yang barangkali kasus infeksi Covid-nya sedang mengalami peningkatan," ujar Menteri Riset dan Teknologi Indonesia/Kepala Badan Riset Inovasi Nasional Indonesia, Bambang Brodjonegoro.
Sementara itu, Kepala BPPT Hammam Riza mengatakan, Mobile Lab Biosafety Level 2 ini bisa dimobilisasikan ke berbagai tempat yang memang sedang mengalami turbulensi kasus Covid-19.
Fasilitas tersebut nantinya akan diperuntukan untuk swab test yang dioperasikan oleh tenaga medis dimasing-masing daerah.

Mobile Lab Biosafety Level 2 juga diklaim steril dari segala bentuk bakteri dan virus lantaran kedap udara, tidak sembarang orang bisa masuk, dan kapasitas yang dibatasi.
"Ini sifatnya bergerak ke daerah-daerah yang ingin mengajukan ya. Di dalam itu muat sampai empat spesimen untuk melakukan swab test oleh tenaga medis di masing-masing daerah," papar Hammam.
• Setelah Ratusan Karyawan LG, Kini 71 Karyawan Pabrik Suzuki Tertular Covid-19
• Pekerja Tularkan Covid-19 Setelah Balik dari Jakarta, Puluhan Warga Pasar Kemis Terinfeksi
Biosafety Level 2 atau yang disingkat BSL 2 ini juga dinilai dapat mempercepat tracing Covid-19 oleh pemerintah.
Karena, untuk bisa menerima hasil swab test biasanya dibutuhankan waktu sampai berhari-hari bahkan, berminggu-minggu karena terhambat pengiriman.
"Ini dalam 24 jam juga hasilnya (swab test) bisa keluar dan bisa dilihat menggunakan aplikasi. Jadi bisa mempercepat tracing juga kan," sambung Hammam.
Dalam sehari, BSL 2 dapat melakukan swab test sampai 600 orang dimana, jumlah tersebut naik dua kali lipat bila dibandingkan dengan Mobile Lab Biosafety Level 1 yang diresmikan pada bulan Juni lalu.
Nantinya, lanjut Hammam, pihaknya akan mengembangkan BSL ke level selanjutnya untuk menambah kapasitas dan bentuk dari kendaraan agar bisa disesuaikan ke semua medan dipelosok Indonesia.
Penulis: Ega Alfreda