Virus Corona

6 Bulan Dilanda Pandemi, Hari Ini Rekor Tertinggi Penambahan Kasus Covid-19 , Semua Prediksi Meleset

Melihat jumlah kasus yang masih tinggi dan malah naik, rasanya tepat untuk mengatakan: sebagian besar prediksi terkait puncak Covid-19 di Indonesia

Editor: Yulis Banten
Gugus Tugas Penanganan Corona
Update Corona di Banten 18 April 

Namun Kepala Negara juga menyebut, prediksi terbaru ini masih bisa berubah tergantung kinerja seluruh jajarannya dalam menekan penyebaran kasus Covid-19.

Prediksi akhir pandemi corona yang lain dan sama-sama meleset juga datang dari Lembaga Survei Indonesia (LSI).

Pendiri LSI, Denny JA memprediksi, 99 persen kasus virus corona di Indonesia berakhir pada Juni 2020.

Termasuk Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan yang mengatakan, penyebaran virus corona di Indonesia akan melandai mulai akhir Mei 2020.

Pun dengan Badan Intelijen Negara (BIN). Berdasarkan data BIN, pada Juli 2020 penyebaran Covid-19 di Tanah Air akan mencapai 106.287 kasus.

Menanggapi hal ini, pakar epidemiologi Universitas Airlangga Windhu Purnomo mengatakan, puncak penyebaran virus corona di Indonesia sulit diprediksi lantaran data yang selalu berubah-ubah setiap waktu.

"Jadi sebetulnya kalau datanya tidak berubah-ubah, akan lebih mudah diprediksi. Yang menyulitkan itu kan karena data yang selalu berubah," kata Windhu dikutip dari Kompas.com.

Perubahan data, menurut dia, dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah yang tidak konsisten.

Ketika pemerintah menerapkan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), laju pertumbuhan kasus harian relatif dapat dikendalikan.

Namun, saat kebijakan itu dilonggarkan untuk memberikan kesempatan agar roda ekonomi kembali bergeliat, laju pertumbuhan kasus harian juga mengalami peningkatan.

"Prediksi itu kan mesti pake asumsi-asumsi, asumsinya kalau keadaannya seperti ini, nanti puncaknya akan kapan, dan turunnya kapan. Tapi kalau datanya berubah, ya harus diulang lagi," jelas dia.

"Ya susah ini, apalagi di negeri seperti kita ini yang kebijakannya terus berubah. Jadi kita enggak tahu kapan akan berakhir," ucap Windhu.

Pemerintah Akui Belum Berhasil

Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Nasional, Wiku Adisasmito.
Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Nasional, Wiku Adisasmito. (BNPB)

Sementara itu, Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito menyatakan, pemerintah belum mampu secara konsisten menekan laju penularan Covid-19 di Indonesia.

Hal itu terlihat dari penambahan kasus harian pada seminggu terakhir yang jumlahnya kerap menembus angka 3.000.

"Ini semua artinya bahwa kita sebenarnya belum berhasil menekan dan mencegah penularan secara konsisten secara nasionnual," kata Wiku lewat kanal YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (3/9/2020).

Ia menambahkan, sejak awal tak ada negara yang siap menghadapi pandemi Covid-19.

Kendati demikian, menurut dia, Indonesia sempat menekan laju penularan Covid-19 di pertengahan masa pandemi atau sekitar Mei dan Juni.

Kini, kata Wiku, penambahan kasus harian menjadi tak terkendali seperti sebelumnya karena belum semua masyarakat disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan seperti mengenakan masker, menjaga jarak serta menghindari kerumunan, dan mencuci tangan.

"Beberapa minggu terakhir ini terlihat peningkatan jumlah kasus yang cukup signifikan dan ini semua tentunya yang dulunya kita bisa kendalikan sekarang terjadi kondisi yang mengkhawatirkan," kata Wiku, dikutip dari Kompas.com.

"Dan ini adalah menjadi tugas kita semuanya tidak hanya pemerintah tapi juga seluruh warga masyarakat agar betul-betul dapat patuh untuk menerapkan kedisiplinan protokol kesehatan baik individu maupun seluruh masyarakat secara kolektif," lanjut dia.

(Tribunnews.com/Sri Juliati, Kompas.com/Rakhmat Nur Hakim/Dani Prabowo/Maliana)

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved