Perairan Bayah Banten Makan Korban, Kapal Nelayan Karam Diterjang Ombak
Edi (45), nelayan, hilang terseret ombak, pada Sabtu (19/9/2020) sekitar pukul 19.30 WIB.
Penulis: Rizki Asdiarman | Editor: Glery Lazuardi
Laporan wartawan TribunBanten.com, Rizki Asdiarman
TRIBUNBANTEN.COM, LEBAK - Edi (45), nelayan, hilang terseret ombak, pada Sabtu (19/9/2020) sekitar pukul 19.30 WIB.
Warga Kampung Babakan Bandung, Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang itu mengalami kecelakaan saat arah pulang dari Perairan Bayah menuju Binuangeun, Kabupaten Lebak.
Namun, pada saat tiba di perairan laut Cihara ombak besar menghantam dan menyebabkan perahu terbalik.
Pernyataan itu disampaikan Kepala Seksi Operasi Basarnas Banten, Hairoe Amir.
"Tim masih melakukan penyisiran di perairan Cihara, Kabupaten Lebak," jelasnya saat dihubungi via selular pada, Senin (21/09/2020).
• BMKG: Oktober, Wilayah Lebak Bakal Diguyur Hujan Deras Disertai Petir dan Angin Kencang
• Warga Sesak Nafas dan Sering Kecelakaan Gara-gara Tumpahan Pasir di Jalan Leuwidamar Lebak
Pihaknya menerima laporan itu dari warga bernama Yana.
Selama proses evakuasi, kata dia, Badan SAR Nasional (Basarnas) menurunkan satu tim, dibantu sejumlah relawan dari instansi terkait.
"Petugas melakukan evakuasi penyisiran menggunakan perahu karet dan kincang milik nelayan," ucapnya.
Menurut dia, perahu nelayan Kincang Berkah Abadi yang ditumpangi dua awak tersebut dihantam gelombang air laut.
Ia menjelaskan, hantaman itu mengakibatkan dua awak kapal terjatuh kelaut.
"Kemudian perahu nelayan lain datang berusaha menolong korban, dan satu korban bernama Luki (18) berhasil diselamatkan," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/ilustrasi-kapal.jpg)