Dampak Perang Iran-AS Sampai ke Lebak, Harga Plastik Naik Drastis di Pasar Rangkasbitung

Dampak perang Iran-AS mulai terasa hingga ke daerah, termasuk Lebak. Harga plastik di Pasar Rangkasbitung melonjak drastis.

Editor: Abdul Rosid
TribunBanten.com/Nurandi
PASAR RANGKASBITUNG - Dampak perang Iran-AS mulai terasa hingga ke daerah, termasuk Lebak. Harga plastik di Pasar Rangkasbitung melonjak drastis akibat kenaikan bahan baku global. 

TRIBUNBANTEN.COM, LEBAK - Dampak konflik antara Iran dan Amerika Serikat mulai terasa hingga ke daerah, termasuk di Kabupaten Lebak, Banten.

Harga plastik di Pasar Rangkasbitung dilaporkan mengalami kenaikan signifikan dalam beberapa pekan terakhir, memaksa pedagang mengubah strategi agar tetap bisa bertahan tanpa menaikkan harga jual.

Sejumlah pedagang memilih mengurangi penggunaan kantong plastik saat melayani pembeli sebagai langkah efisiensi.

Baca juga: Intip Dosen Wanita di Toilet, Mahasiswa Untirta Banten Dipolisikan

Pedagang Akali dengan Kurangi Plastik

Meti, pedagang bumbu dapur di Pasar Rangkasbitung, mengaku harus mengubah pola pengemasan akibat lonjakan harga plastik

“Naiknya tinggi banget. Biasanya dari satu kilo dipisah jadi seperempat-seperempat, sekarang disatuin. Plastik lagi mahal,” kata Meti saat ditemui di Pasar Rangkasbitung, Senin (6/4/2026).

Ia menyebut harga satu ikat plastik yang berisi lima ball naik dari Rp45.000 menjadi Rp65.000.

Menurutnya, pengurangan penggunaan plastik menjadi pilihan agar tidak membebani konsumen.

"Kasian kalau naikin harga jualannya, gak tega ke ibu-ibu, kan yang naik harga plastiknya," kata dia.

Pengemasan Diubah, Barang Digabung

Hal serupa disampaikan Dadan, pedagang rempah-rempah di pasar yang sama. Ia mengungkapkan kenaikan harga plastik mulai terasa sejak akhir Maret 2026.

“Sekarang plastik pada naik semua sejak tanggal 31. Yang biasa Rp 9.000 per pak, sekarang jadi Rp 15.000,” kata Dadan. 

Menurut dia, kondisi ini membuat pedagang harus mengubah pola pengemasan. 

“Biasanya satu dibungkus, sekarang bisa satu plastik untuk dua barang. Pembeli juga banyak yang minta disatuin karena ngirit,” ujarnya.

Dalam kondisi normal, Dadan mengaku bisa menghabiskan hingga lima pak plastik per hari. Namun kini penggunaannya dikurangi untuk menekan biaya.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved