Virus Corona

Wakil Ketua DPRD Ini Nekat Gelar Konser Dangdut Dihadiri Ribuan Orang, Polisi tak Berkutik

Meski surat izin sudah dicabut, Polsek Tegal Selatan tetap membiarkan acara konser dangdut tersebut tetap berlangsung.

Tayang:
Editor: Abdul Qodir
KOMPAS.com/Tresno Setiadi
Warga berimpitan menyaksikan pentas dangdutan di tengah landemi yang digelar salah satu pejabat di Lapangan Tegal Selatan Kota Tegal, Rabu (23/9/2020) malam. 

TRIBUNBANTEN.COM - Kasus Covid-19 di Indoneesia terus bertambah dengan angka kasus baru di atas 4 ribu orang setip harinya hingga ada beberapa rumah sakit tidak mampu lagi menerima pasien Covid-19.

Pemerintah pusat hingga sejumlah pemerintah daerah tengah melakukan berbagai upaya untuk mencegah dan menekan angka kasus Covid-19 tersebut.

Pemandangan konstras justru terjadi di Kota Tegal.

Wakil Ketua DPRD Kota Tegal Wasmad Edi Susilo nekat menggelar konser dangdut meski dalam kondisi pandemi virus corona.

Akibatnya, konser yang digelar untuk memeriahkan acara pernikahan dan khitanan anaknya di Lapangan Tegal Selatan, Jawa Tengah, pada Rabu (23/9/2020) malam itu dihadiri ribuan orang dan menimbulkan kerumunan massa.

Dari pantauan Kompas.com di lokasi acara, warga yang menonton pergelaran musik dangdut tersebut tak mengindahkan protokol kesehatan.

Hal itu terlihat saat mereka saling berimpitan dan banyak yang tak mengenakan masker.

Terkait dengan kegiatan tersebut, Kapolsek Tegal Selatan Kompol Joeharno angkat bicara.

Menurut dia, saat yang bersangkutan mengajukan izin acara, awalnya mengaku hanya akan membuat acara sederhana dengan panggung kecil untuk sekadar menghibur tamu.

Namun, saat siangnya dicek, ternyata sebaliknya.

Acara yang digelar tersebut cukup megah dan memicu kerumunan massa.

Menyikapi hal itu, pihaknya sudah bersikap dengan berusaha menegur yang bersangkutan untuk tidak melanjutkan.

Bahkan, izin acara yang diberikan sudah dicabut karena dianggap tidak sesuai dengan permohonan awal.

Meski demikian, Wasmad ternyata bersikukuh untuk tetap ingin melanjutkan, dengan alasan sudah telanjur dipersiapkan.

"Karena kegiatan ini sudah disiapkan, maka dia (tuan rumah) menyatakan tidak akan melibatkan TNI dan Polri untuk pengamanan dan akan menanggung sendiri semua risiko yang terjadi," kata Joeharno.

UPDATE: Kasus Covid-19 Terus Melonjak di Atas Angka 4 Ribu Orang, Hari Ini Pecah Rekor 4.465 Orang

 

BREAKING NEWS: KPU Putuskan Larang Konser Musik Saat Kampanye Pilkada Serentak 2020

 

Kota Tegal Terapkan Local Lockdown, Ini Lockdown Pertama Kali di Indonesia

Petugas pemakaman membawa peti jenazah pasien suspect Covid-19 di Tempat Pemakaman ( TPU) Pondok Rangon, Jakarta Timur, Rabu (22/4/2020).
Petugas pemakaman membawa peti jenazah pasien suspect Covid-19 di Tempat Pemakaman ( TPU) Pondok Rangon, Jakarta Timur, Rabu (22/4/2020). (Kompas.com/Garry Lotulung)
Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved