Keranda Mayat Tergeletak di Jalan, Dikelilingi Dua Hantu, Polisi Malah Atur Arus Lalu Lintas

Satu unit keranda mayat tergeletak di pinggir jalan Kota Serang, pada Kamis (15/10/2020).

Tayang:
Penulis: Marteen Ronaldo Pakpahan | Editor: Glery Lazuardi
TRIBUNBANTEN/MARTEENRONALDOPAKPAHAN
Satu unit keranda mayat tergeletak di pinggir jalan Kota Serang, pada Kamis (15/10/2020). 

Laporan wartawan Tribunbanten.com, Marteen Ronaldo Pakpahan

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Satu unit keranda mayat tergeletak di pinggir jalan Kota Serang, pada Kamis (15/10/2020).

Berdasarkan pemantauan, keranda mayat terbuat dari bambu itu ditutup kain berwarna pink.

Di atas keranda mayat itu ditabur bunga dari kembang tujuh rupa.

Di sekitar keranda mayat itu terdapat dua 'hantu'.

Mereka bukan hantu sebenarnya hanya dua orang mahasiswa yang mewarnai wajah mereka supaya tampak seram.

Baca juga: Nasihat Menteri Keuangan Sri Mulyani untuk Mahasiswa Uang Negara Bukan Uang Nenek Moyang

Baca juga: Polda Banten Jelaskan Nasib Buku Tan Malaka di Kasus Demo Ricuh Mahasiswa di Kota Serang

Ratusan mahasiswa yang tergabung di Geger Banten di Kota Serang, menggelar aksi unjuk rasa menolak Undang-Undang Cipta Kerja.

Para mahasiswa datang pukul 14.40 WIB dan bergerak menuju simpang jalan Sudirman.

Para mahasiswa memblokade sepanjang jalan Sudirman yang berada di Kota Serang tepatnya didepan MCD dan Carrefour.

Mereka memblokade jalan dengan membuat lingkaran besar dan juga menggunakan keranda yang ditabur dengan kembang.

Berdasarkan pantauan Tribunbanten.com, terjadi kemacetan yang mengakibatkan arus lalu lintas dialihkan oleh aparat kepolisian yang berjaga sejak siang tadi.

Aksi tersebut merupakan aksi damai yang dilakukan setelah terjadinya aksi demonstrasi yang berujung ricuh pada tanggal 6 September yang lalu.

Mereka menuntut agar pemerintah segera mencabut undang-undang Omnimbus Law yang semakin memberangus demokrasi bagi masyarakat Indonesia.

Baca juga: Mahasiswa Blokir Jalan Arah Ciputat, Lalu Lintas Macet, Sopir: Tak Masalah untuk Kepentingan Bangsa

Baca juga: Ratusan Mahasiswa Kembali Geruduk Gedung DPRD, Tuntut Gubernur Banten Surati Presiden Jokowi

Dalam orasinya, Koordinator Lapangan, Arman Maulana mengatakan bila aksi yang dilakukan hari ini merupakan aksi lanjutan dari para mahasiswa yang menilai pemerintah telah gagal dalam menciptakan suasana kondusif disaat pandemi Covid-19.

Menurutnya, pemerintah seharusnya fokus terhadap isu-isu tentang Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional.

Sumber: Tribun Banten
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved