Perampok di Fame Hotel Disebut Alami Depresi karena Ditinggal Kabur Istri WNA, Polisi tak Percaya
Polsek Kelapa Dua akan melibatkan psikiater untuk melakukan pemeriksaan dan memastikan kondisi kesehatan kejiwaan dari tersangka SD.
Penulis: Zuhirna Wulan Dilla | Editor: Abdul Qodir
Laporan wartawan TribunBanten.com, Zuhirna Wulan Dilla
TRIBUNBANTEN.COM, KABUPATEN TANGERANG - Kepolisian menyatakan SD (40), pelaku perampokan di Fame Hotel Gading Serpong diduga mengalami depresi sejak tujuh tahun lalu.
Dari keterangan beberapa saksi anggota keluarga pelaku, diketahui SD diceraikan dan ditinggalkan oleh istrinya pada tujuh tahun lalu.
Istri dari SD adalah seorang warga negara asing atau WNA.
Dia sudah pergi kembali ke negaranya setelah bercerai dari SD.
"Keterangan yang kami sedang dalami, diduga tersangka depresi karena telah cerai sama istrinya yang merupakan warga negara asing. Dan istrinya tersebut telah kembali ke negaranya," ujar Kapolsek Kelapa Dua AKP Muharram Wibisono Adipradono di Mapolsek Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Sabtu (31/10/2020).
Muharram mengatakan pihaknya tidak akan mengamini begitu saja keterangan saksi dari pihak keluarga pelaku.
Polsek Kelapa Dua akan melibatkan psikiater untuk melakukan pemeriksaan dan memastikan kondisi kesehatan kejiwaan dari tersangka SD.
Keterangan ahli kejiwaan akan menentukan kelanjutan kasus pidana perampokan ini.
"Ya modusnya itu dia mengaku depresi. Namun, masih terus kami dalami apakah betul motifnya itu. Kami butuh bantuan dari pihak medis dan akan melakukan pengecekan kepada para ahli," jelasnya.
Diberitakan, warga dikejutkan sekitar Fame Hotel Gading Serpong, Kabupaten Tangerang dikejutkan dengan aksi perampokan yang dilakukan seorang pria di hotel tersebut pada Jumat (30/10/2020) petang.
Seorang petugas keamanan Fame Hotel Gading Serpong, sebut saja Asep Suryana, mengungkapkan pelaku tersebut datang dengan menumpangi mobil Toyota Fortuner hitam yang dikendarai seorang sopir.
Pria tersebut masuk dan duduk di lobi hotel.
Tak ada gelagat mencurigakan saat pelaku kali pertama masuk ke dalam lobi hotel. Pun demikian dengan penampilannya.
Petugas keamanan dan pegawai hotel mengira pria itu hendak check in kamar, sebagaimana tamu lainnya.