Dinas Pendidikan Banten: Kesiapan Aktivitas Belajar Mengajar di Sekolah Mencapai 90 Persen
Pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten mempersiapkan sekolah tatap muka di sekolah pada masa pandemi Covid-19.
Penulis: Marteen Ronaldo Pakpahan | Editor: Glery Lazuardi
Laporan wartawan Tribunbanten.com, Marteen Ronaldo Pakpahan
TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten mempersiapkan sekolah tatap muka di sekolah pada masa pandemi coronavirus disease 2019 (Covid-19).
Baca juga: Ada Sekolah di Banten Belum Terima Kuota Kemendikbud, Kepala Dinas: Belajar Sekarang Sedot Pulsa
Baca juga: Pandemi Corona Berkepanjangan, Pelajar Pilih Nikah, Alasan Kerap Keluar Malam Hingga Bosan Sekolah
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten, Tabrani mengatakan sejumlah sekolah di Banten sudah mempersiapkan protokol kesehatan untuk persiapan sekolah tatap muka langsung.
Pada Minggu kemarin, Tabrani beserta jajaran mengecek kondisi sekolah di SMAN 2 Tangsel dan SMKN 7 Kota Serang.
Di masing-masing sekolah sudah memiliki westafel di setiap sudut sekolah dan ruang belajar. Tempat kursi dan meja pun telah diatur.
Dia meyakini kesiapan sekolah sudah mencapai 90 persen.
"Minggu kemarin saya sudah ke SMAN 2 Tangsel dan hari ini tadi ke SMKN 7 Kota Serang. Semuanya sudah dipersiapkan untuk sewaktu-waktu terjadi belajar tatap muka," ujarnya saat dikonfirmasi melalui sambungan seluler, Jumat (6/11/2020).
Dia menjelaskan, pelaksanaan tatap muka langsung masih menunggu rekomendasi dari Satgas Covid-19 Provinsi Banten yang dalam hal ini Gubernur Banten.
Dirinya tidak ingin terburu-buru membuka sekolah, sehingga nantinya terjadi permasalahan yakni cluster baru dalam dunia pendidikan.
Baca juga: Pemprov Banten: 15 SMA/SMK di Lebak Masih Menumpang Gedung Sekolah
Baca juga: Siswa Sekolah Ini Tak Butuh Bantuan Kuota Internet, Kok Bisa, Simak Pengakuan Kepala Sekolah
Apalagi, pada saat ini posisi Banten sudah keluar dari zona merah dan beranjak menuju zona orange, yang apabila dilaksanakan secara tatap muka langsung dapat berbahaya bagi semua pihak.
"Apabila memang Satgas sudah merekomendasikan untuk diperbolehkan belajar tatap muka, maka kita akan lakukan secara bertahap," tegasnya.
Menurutnya, pembelajaran secara daring menuai polemik, dan hal tersebut bukan terjadi hanya di Banten melainkan di seluruh wilayah Indonesia.
Ia memahami kondisi para orangtua yang kesulitan dalam mengajarkan para anak dalam proses pembelajaran daring.
Baca juga: Kisah Anak Sekolah jadi Petugas Pemakaman Jenazah Pasien Covid-19, Jauh Rasa Takut Malah Kasihan
Baca juga: Kemendikbud Beri Subsidi Kuota Internet, Sekolah di Daerah Sulit Sinyal-Listrik Harus Diperhatikan
"Oleh karenanya untuk belajar tatap muka, saya tetap menunggu rekomendasi dari Satgas Covid-19," tutup Tabrani.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/aktivitas-belajar-mengajar-di-sekolah-kabupaten-serang.jpg)