Waspada! Bibit Siklon Tropis 92S Picu Gelombang Tinggi di Perairan Banten
BMKG mendeteksi bibit siklon tropis 92S di barat daya Banten yang berpotensi memicu gelombang tinggi hingga 2,5 meter di perairan selatan.
TRIBUNBANTEN.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul munculnya bibit siklon tropis 92S di Samudra Hindia, barat daya Banten.
Bibit Siklon Tropis 92S adalah gangguan cuaca di Samudra Hindia (barat daya Banten) yang dipantau BMKG sejak 14 April 2026, ditandai kecepatan angin rendah (15-30 knot) dan tekanan 1006-1007 hPa.
Berdasarkan pemantauan Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta, Rabu (15/4/2026) pukul 07.00 WIB, sistem tersebut terdeteksi berada di koordinat 11,5 derajat Lintang Selatan dan 95,6 derajat Bujur Timur.
Bibit siklon ini memiliki kecepatan angin maksimum sekitar 15 knot atau 28 kilometer per jam, dengan tekanan udara minimum 1006 hPa.
Baca juga: Prakiraan BMKG Cuaca di Jalur Penyebrangan Pelabuhan Merak-Bakauheni Hari Senin, 13 April 2026
BMKG mencatat, dalam 6 hingga 12 jam terakhir, aktivitas atmosfer di sekitar sistem menunjukkan peningkatan.
Hal ini ditandai dengan pertumbuhan awan konvektif yang semakin masif dan mulai terkonsolidasi di sekitar pusat sirkulasi.
“Area awan tebal atau dense overcast tampak meluas dengan deep convection terpantau di kuadran utara hingga tenggara dari pusat sirkulasi,” kata Ketua Tim Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca Khusus, Miming Saepudin dalam pernyataannya.
Kondisi ini mengindikasikan adanya penguatan struktur sistem, meskipun belum sepenuhnya stabil.
Dari analisis lapisan atmosfer, sirkulasi siklonik terpantau mulai dari permukaan hingga ketinggian 500 hPa.
Pada lapisan bawah, yakni permukaan hingga 850 hPa, sirkulasi terlihat cukup tertutup dan relatif sejajar secara vertikal.
Namun, pada lapisan menengah (700–500 hPa), pusat sirkulasi cenderung bergeser ke arah timur laut.
Secara lingkungan, Bibit Siklon Tropis 92S ini didukung oleh suhu muka laut yang hangat berkisar 29–30 derajat Celsius serta kelembaban udara yang cukup tinggi di lapisan bawah atmosfer.
Selain itu, pengaruh gelombang ekuatorial Rossby dan vortisitas yang mendukung di lapisan 850–700 mb turut memperkuat potensi pertumbuhan sistem, ditambah dengan kondisi vertical wind shear yang relatif lemah, yakni sekitar 10–15 knot.
Namun demikian, sejumlah faktor masih menghambat perkembangan lebih lanjut.
Di antaranya adalah lemahnya konvergensi di lapisan bawah, kurang optimalnya divergensi di lapisan atas, adanya intrusi udara kering di lapisan menengah, serta minimnya suplai angin kencang ke dalam sistem.
| Prakiraan Cuaca Banten Hari Ini, Rabu 15 April 2026: Tangerang, Serang, Cilegon, Lebak-Pandeglang |
|
|---|
| Cuaca Banten, Rabu 15 April 2026: Tangerang, Lebak, dan Pandeglang Berpotensi Hujan |
|
|---|
| Prakiraan Cuaca Banten Hari Ini, Selasa 14 April 2026: Tangerang, Serang, Cilegon, Lebak-Pandeglang |
|
|---|
| Dua Wilayah di Banten Jadi Daerah Terpanas di Indonesia Periode 12-13 April 2026 |
|
|---|
| Prakiraan Cuaca Senin, 13 April 2026: Kota Tangerang Selatan dan Sekitarnya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/bibit-siklon-tropis-92S-di-barat-daya-Banten.jpg)