Warga Manfaatkan Green Belt untuk Rekreasi dan Sarana Olahraga

Bagi warga ibu kota, ruang terbuka hijau merupakan salah satu area yang dapat dimanfaatkan untuk rekreasi dan olahraga.

Editor: Glery Lazuardi
istimewa
Bagi warga ibu kota, ruang terbuka hijau merupakan salah satu area yang dapat dimanfaatkan untuk rekreasi dan olahraga. 

TRIBUNBANTEN.COM, JAKARTA - Bagi warga ibu kota, ruang terbuka hijau merupakan salah satu area yang dapat dimanfaatkan untuk rekreasi dan olahraga.

Salah satu area yang dapat dipergunakan adalah green belt.

Green belt atau sabuk hijau adalah ruang terbuka hijau yang memiliki tujuan utama untuk membatasi perkembangan suatu penggunaan lahan atau membatasi aktivitas satu dengan aktivitas lainnya agar tidak saling mengganggu.

Kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat memiliki green belt. Berada di Jalan HBR Motik dan Jalan Benyamin Sueb, area hijau ini berfungsi mengurangi polusi kota dan menambah kesejukan kawasan.

Baca juga: Pemerintah Kota Tangerang Siapkan Stadion Benteng Jadi Tempat Hiburan Warga Tak Hanya untuk Olahraga

Direktur Perencanaan dan Pembangunan PPK Kemayoran, Riski Renando, mengatakan green belt sangat nyaman dimanfaatkan sebagai area berkumpul karena memiliki lebar 25-30 meter.

Selain itu, kata dia, PPK Kemayoran membangun jogging track untuk memfasilitasi masyarakat berolahraga lari maupun bersepeda.

“Ke depan penerangan di pedestrian dan greenbelt akan diperbaiki agar lebih terang di malam hari dan kegiatan-kegiatan lain bisa dilakukan jika kita membuat spot-spot area untuk masyarakat umum beraktivitas seperti berolahraga dan penanaman, dan juga dapat dibangun tema-tema tersendiri,” kata Riski, Senin (16/11/2020).

Baca juga: Cara Menurunkan Berat Badan Tanpa Olahraga dan Diet

Greenbelt sepanjang kurang lebih 1.7 km di Jalan HBR Motik ini dibangun oleh PPK Kemayoran sekitar tahun 1990-an kemudian dilengkapi dengan fasilitas jogging track yang dibangun pada tahun 2005.

Disamping itu, pada tahun 2017 dibangun kembali area greenbelt di Jalan Benyamin Sueb sepanjang 4 km dengan menambah fungsionalnya, yaitu sebagai area penyerapan air.

Pertimbangan tersebut menjadikan pembangunan greenbelt menggunakan material beton biopori sebagai salah satu upaya penanggulangan banjir.

Tidak hanya itu, untuk semakin memanjakan pejalan kaki dan mayarakat yang berolahraga, PPK Kemayoran melengkapi area greenbelt dengan menanam pohon rindang dan tanaman indah.

Pohon serta tanaman tersebut diantaranya pohon kayu putih dan ketapang serta tanaman-tanaman rendah yaitu Ruellia, Melati Jepang, dan Lantana.

Baca juga: Olahraga Bermanfaat untuk Kesehatan, Jangan Dilakukan Berlebihan, Berikut Dampak Negatifnya

Ditambah lagi, perawatan area greenbelt pun tertib dilaksanakan dengan melakukan pembersihan dan mengganti tanaman yang sudah tua atau mati dengan tanaman baru yang sehat.

Keberadaan greenbelt ini memiliki peranan penting bagi kawasan PPK Kemayoran yang ditetapkan sebagai kawasan hijau dengan presentasi area hijau sebesar 30% dan lebih tinggi dibandingkan dengan daerah lain di Jakarta.

Oleh karena itu, PPK Kemayoran mempersiapkan rencana untuk semakin melestarikan dan memberikan kenyamanan di ruang hijau ini.

Melalui komitmen dalam penataan kawasan ini, diharapkan greenbelt kawasan Kemayoran dapat menjadi area yang aktif dan dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat untuk beraktivitas.

Baca juga: 10 Manfaat Olahraga Teratur, Mulai Menjaga Kesehatan Kulit hingga Kehidupan Seks jadi Lebih Baik

Selain itu, ruang hijau ini pun dapat digunakan sebagai salah satu upaya untuk menanggulangi banjir.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved