Breaking News:

Penyebaran Hoaks di Tengah Pandemi, Rugikan Industri Asuransi, Penegak Hukum Harus Bertindak

Direktur Eksekutif AAJI, Togar Pasaribu, meminta aparat penegak hukum agar menindak tegas pelaku penyebaran informasi tidak benar atau hoaks.

Editor: Glery Lazuardi
Intisari
Ilustrasi berita hoax 

TRIBUNBANTEN.COM, JAKARTA - Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), Togar Pasaribu, meminta aparat penegak hukum agar menindak tegas pelaku penyebaran informasi tidak benar atau hoaks.

Menurut dia, informasi hoaks terutama di bidang asuransi yang menyatakan perusahaan asuransi sengaja melakukan penipuan kepada nasabah, akan merusak reputasi dan mengganggu bisnis industri asuransi jiwa di Indonesia.

Padahal, kata dia, pada saat situasi pandemi covid-19 saat ini, asuransi sangat penting, dalam memberikan proteksi kesehatan kepada nasabah.

“Industri asuransi diawasi secara ketat oleh OJK sebagai regulator, sehingga tidak memungkinkan sebuah perusahaan asuransi bisa menipu nasabahnya," ujarnya, Selasa (24/11/2020).

Baca juga: 36 Perusahaan Asuransi Dapat Penghargaan Insurance Award 2020 Berdasarkan Kinerja Keuangan Terbaik

Dia menjelaskan, industri asuransi jiwa diatur dan dilindungi oleh undang-undang (UU).

Dalam melakukan proses bisnisnya, perusahaan asuransi juga harus proper dengan berbagai regulasi yang diterbitkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Berbagai aturan main yang sangat ketat tersebut, perusahaan asuransi tidak dapat melakukan penipuan ke nasabahnya.

"Semua ketentuan ada di polis dan nasabah bisa membatalkan jika tidak setuju. Kalaupun ada nasabah yang komplain, bisa saja terjadi dikarenakan beberapa hal, seperti misalnya malas membaca polis, minim pemahaman produk, dan sebagainya,” tutur Togar.

Baca juga: Ingin Uang Asuransi, Suami Celakai Istri yang Sedang Hamil, Sempat Ciuman dan Pelukan Ditepi Jurang

Dia menegaskan, guna menghindari adanya komplain yang berpotensi menjadi masalah hukum, khususnya pelanggaran terhadap UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Maka Togar meminta nasabah agar menyampaikan keluhan secara langsunng ke perusahaan asuransi, sesuai kesepakatan di polis.

Keluhan nasabah sebaiknya bisa disampaikan langsung ke perusahaan asuransi, ketimbang melakukan pendiskreditan perusahaan asuransi di sosial media. Karena hal itu berpotensi merugikan nasabah sendiri.

Menurutnya, sebuah produk asuransi jiwa itu sejatinya adalah perlindungan untuk kesehatan dan nilai ekonomi nasabah secara jangka panjang.

Oleh karena itu, tidak dapat diutamakan sebagai instrument investasi yang bersifat jangka pendek.

Baca juga: Polisi Amankan Pelaku Penyebaran Hoax, Beri Informasi Salah kepada Masyarakat Berpendidikan Rendah

“AAJI meminta masyarakat untuk tetap ber asuransi, terutama ditengah kondisi pàndemi Covid-19 dengan memilih perusahaan asuransi yang berkinerja baik dan agen pemasar yang berlisensi,” tukasnya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved