Breaking News:

Sertifikasi Desa Wisata Berkelanjutan Desa Wisata Batulayang, Wisatawan Harus Perhatikan Prokes

Sebanyak 16 desa wisata (DeWi) ditetapkan sebagai proyek percontohan sertifikasi.

istimewa
Sebanyak 16 desa wisata (DeWi) ditetapkan sebagai proyek percontohan sertifikasi. 

Sementara itu, tambahnya, Provinsi Bali terpilih dua DeWi, yaitu DeWi Panglipuran, Kabupaten Bangli, DeWi Pemuteran Kabupaten Buleleng.

Sementara itu Jawa Timur ada dua DeWi yaitu DeWi Pujon Kidul Kabupaten Malang dan DeWi Osing Kemiren Kabupaten Banyuwangi.

"DeWi yang lain adalah DeWi Liang Ndara di Manggarai Barat Nusa Tenggara Timur. Selebihnya di Nusa Tenggara Barat (NTB), DeWi Bilibante Kabupaten Lombok Tengah, Kembang Kuning Kabupaten Lombok Timur dan Sesaot Kabupaten Lombok Barat," pungkasnya

Baca juga: Pantai Ketapang, Destinasi Wisata di Banten yang Punya Keanekaragaman Hayati Laut

Sementara itu, Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan di Universitas Sam Ratulangi, Winda M Mingkid, mengatakan Asesmen Lapangan Sertifikasi Desa Wisata Berkelanjutan ini dilakukan dengan melakukan kunjungan ke lapangan untuk melihat potensi yang dimiliki Desa Wisata ini.

"Asesmen dilakukan sebagai re-aktivasi dan pemulihan sektor wisata setelah lebih dari enam bulan aktifitas wisata tertutup karena pandemi Covid-19," ujarnya yang
melakukan proses asesmen di DeWi Batulayang secara daring.

Selain itu, asesmen juga menjadi momentum untuk re-save atau re-design dan revitalisasi desa wisata, sekaligus untuk daya saing pariwisata.

Latar belakangnya juga agar destinasi desa wisata ini lebih kualitas, lebih kredibel dan mampu berkalibrasi serta bersaing secara domestik dan internasionall

"Pada tahap pertama sebelum dilakukan asesmen sertifikasi desa wisata berkelanjutan, kita melakukan pertemuan dengan masyarakat dan pemerintah daerah untuk berdiskusi dan berkoordinasi terkait asesmen ini," tuturnya

Baca juga: Kisah Penjaga Pantai Anyer, Ibarat Film Baywatch Hanya Bermodal Ban untuk Selamatkan Wisatawan

Menurutnya, ada empat kategori yang akan dilakukan penilaian.

"Bagaimana me-manage desa ini, bagaimana sosial dan ekonominya, budayanya dan bagaimana pengelolaan lingkungan mereka," lanjutnya

Halaman
123
Editor: Glery Lazuardi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved