Selama November 68 Kali Gempa Bumi Guncang Banten dan Sekitarnya, ini Data Kekuatannya
sebaran pusat gempa bumi (episenter) umumnya berada di laut, yaitu pada zona pertemuan lempeng Indo-Australia dan Eurasia
Penulis: Rizki Asdiarman | Editor: Agung Yulianto Wibowo
Laporan wartawan TribunBanten.com, Rizki Asdiarman
TRIBUNBANTEN.COM, TANGERANG - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Klas I Tangerang mencatat sebanyak 68 kali terjadi gempa bumi tektonik di wilayah Banten selama November 2020.
Kepala Stasiun Geofisika Klas I Tangerang Suwardi mengatakan gempa bumi tektonik sebanyak 68 kejadian pada November lebih rendah sekitar 35 persen frekuensi dibandingkan dengan Oktober 2020.
"November 68 kejadian, pada Oktober ada 104 kejadian gempa bumi," ujar Suwardi melalui keterangan tertulis, pada Rabu (2/11/2020).
Baca juga: BPBD Data Kerusakan Akibat Gempa Bumi di Banten
Baca juga: Sabtu Malam, Gempa Bumi 5,0 Magnitudo Terjadi di Banten, Terasa Hingga Kabupaten Lebak
Baca juga: Antisipasi La Nina, BMKG Gunakan PWS Pantau Cuaca dan Gelombang Laut di Lebak
Menurut Suwardi, sebaran pusat gempa bumi (episenter) umumnya berada di laut, yaitu pada zona pertemuan lempeng Indo-Australia dan Eurasia di bagian selatan Provinsi Banten hingga Jawa Barat.
Gempa bumi dengan kekuatan 3 ≤ M < 5 dominan terjadi, yaitu sebesar 52 persen (35 kejadian) diikuti gempa bumi dengan kekuatan M < 3 sebesar 41 persen (28 kejadian) dan 7 persen (5 kejadian) gempa bumi dengan kekuatan M ≥ 5 pada periode tersebut.
"Berdasarkan kedalamannya, pada periode tersebut didominasi gempa bumi dangkal (h<60 km) sebesar 90 persen (61 kejadian). Di kedalaman menengah (60 km ≤ h < 300 km) sebesar 10 persen (7 kejadian) dan tidak terdapat gempa bumi dalam (h ≥ 300)," katanya.
Dari 68 gempa bumi, dua di antaranya guncangannya dirasakan oleh masyarakat di wilayah Banten dan sekitarnya.
"Pertama yaitu gempa bumi yang terjadi pada Kamis (5/11/2020) pada pukul 05:21:48 WIB dengan kekuatan M=5.2 dan pusat gempa bumi terletak pada koordinat 7.54 LS –106.01 BT, tepatnya berada di laut pada jarak 72 km BaratDaya BAYAH-BANTEN, dengan kedalaman 30 km," ucap Suwardi.
Berdasarkan laporan, gempa bumi ini dirasakan IV MMI di Panggarangan, II-III MMI Sukabumi, dan II MMI Pelabuhan Ratu.
"Kedua, gempa bumi yang terjadi pada Sabtu (14/11/2020) pada pukul 22:32:30 WIB dengan kekuatan M=5.0 dan pusat gempa bumi terletak pada koordinat 6.74 LS – 105.14 BT, tepatnya berada di laut pada jarak 49 km BaratDaya SUMUR-BANTEN, dengan kedalaman 10 km," ujarnya.
Berdasarkan laporan, gempa bumi ini dirasakan III MMI di Cikeusik, Bayah, Ciptagelar, Panggarangan, II-III MMI di Carita, Panimbang, Labuan, Cimanggu, Malimping, dan II MMI di Cikotok, Rangkasbitung, dan Sawarna. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/gempa-bengkulu-69-m.jpg)