Nelayan Temukan Muntahan Paus, Awalnya Dikira Kotoran Ternyata Harganya Miliaran Rupiah
Nelayan ini menjadi orang paling beruntung sedunia. Bagaimana tidak, muntahan paus yang ia kira hanya sampah, ternyata harganya miliaran rupiah.
TRIBUNBANTEN.COM - Nelayan ini menjadi orang paling beruntung sedunia.
Bagaimana tidak, muntahan paus yang ia kira hanya sampah, ternyata harganya miliaran rupiah.
Berikut kisah nyatanya.
Menurut 24h.com.vn, pada Selasa (1/12/20), dilaporkan bahwa pada 30 November 2020, seorang nelayan Thailand menemukan beberapa kotoran besar.
Nelayan yang beruntung itu bernama Naris Suwannasang yang berusia 60 tahun.
Dia menemukan beberapa kotoran besar, pucat, seperti batu yang hanyut ke darat, saat berjalan di pantai di provinsi selatan Nakhon, Si Thammarat, Thailand.
Kemudian Suwannasang membawa pulang balok-balok yang ditemukannya tersebut.
Setelah dirumah dia menunjukkan apa yang ditemukannya, pada keluarganya tersebut.
Baca juga: Catat, Ini Kalender Resmi dari Pemerintah: Jadwal Cuti Bersama pada Libur Panjang di Desember 2020
Yang mengejutkan seluruh keluarganya kaget, dan tak percaya bahwa yang dibawa oleh Suwannasang seperti ambergris.
Yaitu zat besar langka yang merupakan kotoran yang dimuntahkan oleh ikan paus sperma.
Harganya sangat mahal dan dipercaya bisa digunakan untuk membuat parfum mahal, karena mampu menghasilkan aroma tahan lama.
Keluarga Suwannasang memeriksa balok-balok tersebut, dan membakar salah satu sudutnya dengan api.
Setelah meleleh biasanya ambergris akan mengelurkan aroma musky, hal ini membuatnya semakin yakin jika temuan itu adalah ambergris.
Baca juga: Iuran Peserta BPJS Kesehatan Kelas III Naik Jadi Rp 35.000, Berlaku Mulai 1 Januari 2021
Nelayan Thailand juga mengaku telah dihubungi oleh seorang pengusaha untuk membeli ambergris seharga 960.000 baht/kg (Rp 445 juta) jika kualitasnya cukup tinggi.
Secara total, ambergris dapat mendatangkan kekayaan bagi keluarga Tuan Suwannasang sekitar 96 juta baht (Rp44,5 miliar).
"Seorang pengusaha menyuruh saya datang memeriksa kualitas ambergris jika harganya disetujui. Jumlahnya mengejutkan saya," kata nelayan berusia 60 tahun itu.
Baca juga: Bupati Iti Jayabaya Dapat Surat Cinta Berisi Kritik Tajam dari Mahasiswa di HUT ke-192 Lebak
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/nelayan-di-thailand-temukan-muntahan-paus-sperma.jpg)