Pilkada Tangerang Selatan
Pengamat Soroti Debat Pilkada Tangerang Selatan, Pasangan Calon Dinilai Lebih Banyak Bicara Konsep
Debat Pemilihan Kepala Daerah Tangerang Selatan alias Pilkada Tangsel membeberkan program kerja dari para peserta.
TRIBUNBANTEN.COM, TANGERANG SELATAN - Debat Pemilihan Kepala Daerah Tangerang Selatan alias Pilkada Tangsel membeberkan program kerja dari para peserta.
Sayangnya, masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.
Para peserta debat Pilkada Tangsel tak memaparkan data kuantitatif sebagai dasar perhitungan dan pertimbangan pembuatan konsep program kerja.
Implikasinya ke depan, pemilih akan sulit menagih janji-janji paslon terpilih.
Baca juga: Calon Wali Kota Benyamin Davnie Optimis Menang di Pilkada Tangerang Selatan
Demikian yang terungkap dari agenda Cek Fakta Debat Pilkada Tangsel yang digelar Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Jakarta bersama Google News Initiative, Kamis (3/12) malam.
Pengamat Politik dari Universitas Pelita Harapan (UPH) Emrus Sihombing, yang menjadi narasumber penganalisa data, mengatakan, seyogyanya tiap pasangan calon dalam kontestasi politik harus memiliki data yang kuat sebagai pijakan memaparkan program kerja kepada pemilih.
Publik akan lebih tercerdaskan
Dengan data, publik akan lebih tercerdaskan dalam memilih secara rasional, bukan karena alasan-alasan emosional.
"Kalau sudah ada data, pastinya, mereka (paslon) tahu harus berbuat apa. Paparan data juga membuat publik bisa menagih janji-janji yang dikemukakan pada kampanye. Semuanya terukur. Saya melihat ini belum muncul dalam Pilkada Tangsel, juga di banyak wilayah lain," kata Emrus.
Debat Pilkada Tangsel diikuti oleh tiga paslon: Muhammad-Rahayu Saraswati Djojohadikusumo (Sara) dengan nomor urut 1, Siti Nurazizah-Ruhamaben nomor urut 2, dan Benyamin Davnie-Pilar Saga Ichsan nomor urut 3.
Pada debat yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tangsel dan bertemakan keamanan dan keadilan, ketiga paslon adu gagasan mengenai keamanan dan keadilan itu.
Baca juga: Debat Pilkada Tangsel, Azizah-Ruhamaben Janji Bangun Pelayanan Publik Berbasis IT, Bukan Seolah-olah
Namun mirisnya, Emrus menilai, tak satu pun paslon memiliki angka kejahatan di wilayah Tangsel.
Begitu halnya soal kemiskinan, tak satupun peserta membeberkan tingkat kemiskinan dan upaya menguranginya.
Di sisi lain, pengungkapan data oleh para paslon juga sumir.
Paslon mengutip survei yang menyebutkan preferensi warga Tangsel.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/tangkapan-gambar-debat-publik-pilkada-tangsel.jpg)