Pilkada Tangerang Selatan

Pengamat Soroti Debat Pilkada Tangerang Selatan, Pasangan Calon Dinilai Lebih Banyak Bicara Konsep

Debat Pemilihan Kepala Daerah Tangerang Selatan alias Pilkada Tangsel membeberkan program kerja dari para peserta.

Editor: Glery Lazuardi
istimewa
Tangkapan gambar debat publik Pilkada Tangsel yang disiarkan langsung KompasTV pada Minggu (22/11/2020). 

Tapi, tak disebutkan survei dilakukan oleh lembaga mana dan tujuan serta pendanaannya.

"Klaim-klaim seperti ini menyebutkan ada persepsi publik tapi justru mengaburkan substansinya. Apa yang mau diubah. Pemimpin seperti apa yang diinginkan," ujar Emrus.

"Survei dari mana juga tidak dijelaskan dengan baik. Artinya, itu seperti mengada-ngada saja. Jadi, semua calon ini minim angka dan data yang jelas,” imbuh dia.

Dalam debat, terpapar juga pertanyaan soal kinerja direksi BUMD Tangsel PT PITS.

Tetapi, tak satu pun pasangan membeberkan secara gamblang terkait kinerja dan kontirbusi PITS untuk APBD Tangsel.

Baca juga: Debat Pilkada Tangerang Selatan, Muhamad Soroti Ketimpangan Pembangunan di Tangsel

Memerangi hoaks

Ketua AMSI Jakarta Rikando Somba mengatakan, Cek Fakta Pilkada Kota Tangsel bertujuan memberikan informasi yang bermutu selama masa Pilkada 2020 dan menekan hoaks yang berpotensi beredar selama masa kampanye.

Agenda Cek Fakta merupakan manifestasi niatan pendirian AMSI, yakni memerangi hoaks sekaligus menjalankan peran media sebagai salah satu pilar demokrasi.

“Kegiatan ini dilakukan AMSI Jakarta untuk menggelorakan hilangnya hoaks melalui Cek Fakta,” kata Rikando. Dia menambahkan, gelaran Cek Fakta bertujuan memberi masukan bagi pemilih untuk bisa menentukan pilihannya berdasar data.

Di acara debat Pilkada Tangsel, paslon nomor urut 1 Muhamad-Saraswati menegaskan kehadirannya untuk mewujudkan masyarakat Tangerang Selatan yang damai, aman dan berkeadilan.

Baca juga: Bertambah Lebih dari 8.000 Kasus Covid-19 dalam Sehari, ini 4 Pesan Satgas untuk Pelaksanaan Pilkada

Mereka juga menyebutkan keberagaman di Tangerang Selatan masih rentan terhadap kesenjangan.

Salah satu contohnya adalah fasilitas bagi para penyandang disabilitas.

Sementara pasangan calon nomor urut 2 Siti Nur Azizah-Ruhama Ben menegaskan, keadilan dan kedamaian hanya akan bisa dicapai ketika ada pemerataan kesejahteraan.

Azizah mengatakan, keamanan dan kedamaian itu muncul dengan sendirinya. Tidak boleh ada korupsi.

Sedang paslon nomor urut 3 Benyamin Davnie-Pilar Saga mengingatkan mengenai banyaknya jumlah penduduk Tangerang Selatan.

Baca juga: KPU Tangerang Selatan: Persiapan Pilkada Sudah Mencapai 97 Persen

Mereka berkomitmen ingin menjadikan Tangerang Selatan, kota yang ramah bagi semua golongan.

Ke depan, mereka akan melakukan peningkatan kapasitas birokrasi yang efektif dan efisien.

Tulisan ini sudah tayang di Kontan.co.id berjudul Debat Pilkada Tangsel: Paslon lebih banyak bicara dalam tatanan konsep

Sumber: Kontan
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved