200 Rumah Terdampak Banjir dan Longsor di Kabupaten Lebak

Sebanyak 200 rumah terdampak bencana di Kabupaten Lebak, pada Minggu (6/12/2020) pagi.

Penulis: Rizki Asdiarman | Editor: Glery Lazuardi
istimewa
Hujan deras kembali melanda Kabupaten Lebak sejak kemarin malam hingga Minggu (06/12/2020) pagi hari. 

Laporan wartawan Tribun banten.com, Rizki Asdiarman

TRIBUNBANTEN.COM, LEBAK - Sebanyak 200 rumah terdampak bencana di Kabupaten Lebak, pada
Minggu (6/12/2020) pagi.

"Sebanyak 174 rumah terendam banjir dan sebanyak 26 rumah rusak akibat diterjang longsor," jelas Febby Rizki Pratama, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Lebak, Minggu (6/12/2020).

Baca juga: DPRD: Warga Lebak Mengeluh Tinggal di Tempat Penampungan Bencana

Dia menjelaskan, 200 rumah terdampak bencana itu terdiri dari 174 rumah di tujuh desa yang tergenang air dan 26 rumah terdampak longsor.

Tujuh desa yang tergenang air itu meliputi 50 rumah yang berada di Desa Ketapang Kecamatan Wanasalam.

Desa Cipalabuh, Kapunduhan, dan Mekarjaya Kecamatan Cijaku terdampak 52 rumah yang terendam.

Tiga rumah di Desa Peucangpari Kecamatan Cigemblong.

Untuk Desa Bolang Kecamatan Malingping terdampak 17 rumah yang terendam banjir dan 25 rumah yang berada di Desa Harjawana, Kecamatan Bojongmanik.

Untuk Desa Wantisari dan Leuwidamar kecamatan Leuwidamar terdapat 27 rumah yang terdampak.

Baca juga: Akses Jalan Menuju Lokasi Wisata Baduy Ambles Sedalam 100 Sentimeter, Dinas PUPR Lebak Kirim Tim

Sedangkan untuk wilayah yang terdampak longsor berada di Desa Cikarang, Jagaraksa, dan Girijagabaya Kecamatan Muncang.

"Sebanyak lima rumah rusak ringan dan dua rumah rusak sedang," jelasnya.

Untuk Desa Lebak Gedong, Kecamatan Lebak Gedong terdapat empat rumah yang mengalami rusak ringan serta Desa Karangnunggal dan Cirinten kecamatan Cirinten terdapat 13 rumah rusak berat, dua rumah rusak ringan.

Feby menyebutkan, untuk saat ini tim telah terjun untuk melakukan evakuasi yang berada di wilayah yang terendam banjir.

"Tim telah terjun untuk membantu warga dan BPBD terus berkoordinasi dengan pihak Kecamatan, Polsek, dan koramil serta instansi lainnya guna melakukan pendataan," jelasnya.

Baca juga: Tujuh Desa Kabupaten Lebak Terendam Banjir, Ruas Jalan Rangkas-Leuwidamar Amblas

Selain itu kata dia, BPBD juga melakukan monitoring melalui whatsapp group (WAG) dan radio komunikasi.

"Tinggi muka air Ciberang di pos pantau jembatan keong 440cm status siaga," tegasnya.

Ia menambahkam, kondisi sungai Ciberang di Lebak Gedong saat ini terpantau tinggi dan deras.

Sumber: Tribun Banten
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved