Pilkada Serentak

Anak dan Menantu Jokowi Menang versi Quick Count, Diwarnai Kemenangan Telak dan Golput

Meski unggul menurut quick count sejumlah lembaga survei, pasangan Bobby-Aulia ternyata ’kalah’ suara dari golput alias orang yang tidak memilih

Editor: Abdul Qodir
TRIBUN SOLO/ILHAM OKTAFIAN
Kolase foto calon Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka (kanan) dan calon Wali Kota Medan Bobby Nasution (kiri) mendaftarkan diri ke KPUD Daerah masing-masing, Jumat (4/9/3030). Anak dan menantu Presiden Joko Widodo tersebut terjun dalam Pilkada Kota Medan dan Pilkada Kota Solo. 

Namun demikian, ia juga menegaskan bahwa dirinya tetap akan menunggu hasil resmi dari KPU.

Gibran pun mengimbau kepada para pendukungnya untuk tidak melakukan perayaan kemenangan karena masih suasana pandemi Covid-19.

”Ini masih quick count masih tunggu hasil resmi KPU. Garis bawahi ke semua pendukung yang ada di luar sana, hari ini tidak ada selebrasi sama sekali. Masih di tengah pandemi,” ungkap dia.

Putra sulung Presiden Jokowi itu juga mengungkapkan rencananya menemui rivalnya, Bagyo-Supardjo.  Pertemuan itu akan dilakukan jika jadwal keduanya sudah longgar.

”Untuk saat ini (agenda pertemuan dengan Bajo) belum ada. Kalau sudah pada waktunya, saya dan Pak Teguh akan sowan dengan Pak Bagyo dan Supardjo," kata Gibran saat konferensi pers di posko pemenangannya, Solo, Rabu (9/12).

Gibran mengatakan, pertemuan tersebut bagian dari merangkul semua pihak usai Pilwalkot Solo.

”Biar bagaimana pun ini sudah selesai (Pilwalkot Solo), tidak ada kubu-kubuan lagi. Semua warga Solo bahu-membahu, membantu untuk membangun Solo lebih baik lagi ke depan," kata dia.

Senada dengan kakak iparnya, Bobby Nasution di Medan juga meminta pendukungnya bersabar menunggu hasil rekapitulasi resmi dari KPU.

"Kita sama-sama semua pengusung, pendukung, kita tunggu real count. Hasil resmi dari KPU," kata Bobby saat silaturahmi bersama relawan di Posko Pemenangan Bobby-Aulia di Jalan Putri Hijau, Medan, Rabu (9/12).

Bobby juga mengucapkan terima kasih kepada partai pengusung hingga relawan. Dia mengatakan masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk Medan ke depannya. "Terima kasih kepada para pendukung," ucapnya.

Selain itu, Bobby mengingatkan pendukungnya kegiatan silaturahmi yang digelar bukan perayaan.

Dia mengatakan quick count hanya merupakan salah satu metode ilmiah dan bukan hasil resmi dari KPU.

"Perhitungan cepat, ini perhitungan ilmiah," ucapnya. (Tribun Network/tim)

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved