Breaking News:

Natal dan Tahun Baru 2021

3 Pelabuhan Penumpang Terbanyak di Indonesia Menjelang Libur Natal dan Tahun Baru per Kamis ini

Monitoring ke 51 pelabuhan itu dilakukan di Ruang Nenggala Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Ditjen Perhubungan Laut-Kemenhub
Kemenhub melaksanaan monitoring angkutan laut Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 di 51 pelabuhan. 

TRIBUNBANTEN.COM - Monitoring dari Posko Angkutan Laut Natal dan Tahun Baru 2021 hingga Kamis (24/12/2020) terpantau aman dan terkendali.

Monitoring ke 51 pelabuhan itu dilakukan di Ruang Nenggala Kementerian Perhubungan ( Kemenhub).

Dari 51 pelabuhan, Pelabuhan Batam tercatat menjadi pelabuhan dengan jumlah penumpang terbanyak yang terpantau dari Posko Angkutan Laut Natal dan Tahun Baru 2021.

Berdasarkan data Posko Angkutan Laut Natal dan Tahun Baru 2021 di Ruang Nenggala Kemenhub,  sampai 24 Desember 2020 pukul 07.00 WIB, jumlah penumpang yang melalui Pelabuhan Batam sebanyak 44.552 orang.

Selain Pelabuhan Batam, pelabuhan dengan jumlah penumpang terbanyak adalah Pelabuhan Tanjung Balai Karimun.

Pelabuhan itu melayani 39.036 penumpang.

Kemudian ada Pelabuhan Ternate dengan melayani 26.143 orang.

Total keseluruhan jumlah penumpang di 51 pelabuhan yang dipantau dari Posko Angkutan Natal dan Tahun Baru 2021 sampai 24 Desember 2020 (H-1) tercatat sebanyak 186.861 orang.

Kepala Bagian Organisasi dan Humas Wisnu Wardana mengatakan tidak ada penumpukan penumpang di pelabuhan.

“ Alhamdullilah sampai saat ini semua penumpang dapat terangkut dengan baik dan lancar,” kata Ketua Harian Posko Angkutan Laut Natal dan Tahun Baru 2021 ini, Kamis.

Kemenhub cq Direktorat Jenderal Perhubungan Laut telah membentuk Posko Angkutan Laut Natal dan Tahun Baru 2021.

Tempatnya di Kantor Pusat Kemenhub yang telah dimulai pada 18 Desember 2020 dan akan berakhir pada 8 Januari 2021.

Monitoring di 51 pelabuhan di seluruh Indonesia itu dalam rangka memantau angkutan laut Natal dan Tahun Baru 2021.

Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub telah menerbitkan Surat Edaran Nomor: SE 21 Tahun 2020 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dengan Transportasi Laut Selama masa Libur Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 Dalam Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 ( Covid-19).

SE itu untuk memastikan perjalanan orang dengan moda transportasi laut berjalan dengan selamat dan sehat.

SE yang berlaku efektif pada 22 Desember 2020 hingga 8 Januari 2021 yang ditetapkan bukan untuk menghambat perjalanan penumpang, tetapi demi melindungi perjalanan masyarakat dengan moda angkutan laut agar berjalan dengan selamat dan sehat.

"Selalu patuhi protokol kesehatan dengan 3M, menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19. Pemerintah mengimbau untuk tidak berpergian di Natal dan Tahun Baru 2021 antarkota atau pulau jika tidak ada keperluan yang mendesak."

"Jika harus berpergian dengan kapal laut, patuhi aturan yang tertuang dalam SE 21/2020 untuk bersama-sama menjaga kesehatan dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19," jelas Wisnu.

Terkait dengan adanya cuaca ekstrem akhir-akhir ini, Wisnu juga mengingatkan nakhoda kapal untuk selalu memperhatikan laporan cuaca dari BMKG dan Maklumat pelayaran yang dikeluarkan Ditjen Perhubungan Laut.

"Utamakan keselamatan pelayaran, pantau laporan cuaca yang dikeluarkan oleh BMKG sebelum berlayar. Keselamatan pelayaran adalah tanggung jawab kita bersama," katanya. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul H-1 Natal, Monitoring Nataru di 51 Pelabuhan Tercatat Aman dan Terkendali

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved