Breaking News:

Balong Rancalentah Lebak, Dulu Rawa Kumuh Kini Jadi Pusat Jajanan Warga

warga bercerita, balong Rancalentah ini adalah sebuah rawa-rawa di tengah kota yang kumuh dan tidak terawat.

TribunBanten.com/Wijanarko
Balong Rancalentah di Rangkasbitung, Kabupaten Lebak 

Laporan wartawan TribunBanten.com, Wijanarko

TRIBUNBANTEN.COM, LEBAK - Di tengah terik matahari siang ini, Jumat (25/12/2020), tampak sejumlah warga berteduh di bawah pepohonan di sekitar Balong Rancalentah, Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten.

Tak hanya berteduh, mereka juga sambil menikmati pemandangan hamparan danau di pusat kota itu.

Beberapa diantara mereka juga ada yang memanfaatkan waktu sambil memancing, lalu ada pula yang hanya duduk-duduk sambil membeli jajanan di sana.

Oyo Arsyad, salah seorang warga yang tengah memancing menceritakan sedikit perihal seluk beluk Balong Rancalentah itu.

Baca juga: Tak Hanya Dewi Perssik yang Terinfeksi Covid-19, ini Katanya Lewat YouTube

Baca juga: Jadwa Lengkap SNMPTN 2021, Pengumuman Kuota Dilakukan Secara Terbuka pada 28 Desember 2020

Ia bercerita, danau ini dulunya adalah sebuah rawa-rawa di tengah kota yang kumuh dan tidak terawat.

"Dulu tempat ini rawa-rawa mas. Tapi kurang lebih sejak 5 tahun lalu, Balong ini direnovasi oleh Pemda sampe sebagus ini. Ada air mancurnya, Bagus. Tiap malam minggu biasanya dinyalain," ujarnya saat diwawancarai TribunBanten.com. Jum'at, (25/12/2020).

Setelah direvitalisasi, Danau Balong Rancaletah ini diresmikan oleh Bupati Lebak, Iti Octavia Jayabaya pada tanggal 2 Desember 2015.

Sementara, Kusnadi, salah satu pedagang kaki lima menuturkan bahwa Balong Rancalentah ini merupakan pusat kuliner bagi warga Rangkasbitung.

Baca juga: Tak Perlu ke Banten Selatan, Menikmati Lezatnya Bakso Ikan Malingping Bang Opay Cukup di Sini

Baca juga: Spot-spot Instagramable di Masjid Agung Banten, Jadi Daya Tarik Pengunjung untuk Selfie

"Setelah ashar, biasanya para pedagang akan mulai berdatangan menaruh barang dagangannya. Puncaknya magrib. Dari ujung keujung, jajanan apa aja ada. Disini pusatnya kuliner di rangkas. Soalnya engga boleh jualan di depan kantor Pemda" ujar Kusnadi.

"Tapi memang masyarakat juga sudah tau, kalau mau jajan ya ke balong" tambahnya sambil mengacungkan jempol.

Pantauan TribunBanten.com,  terdapat beberapa fasilitas penunjang yang disediakan, seperti tempat duduk yang mengitari balong, jalan setapak, lampu taman dan 2 WC di sebelah timur balong.

selain itu, terdapat 3 minimarket, 2 coffee shop, dan belasan tempat makan baik yang berkonsep lesehan maupun bersusun meja-kursi.

Penulis: Wijanarko
Editor: Yudhi Maulana A
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved