2 Perempuan Cantik dan Bus Asal Bogor Disetop Polisi saat Hendak ke Anyer, Harus Rapid Test Antigen
Agak sakit sedikit sih, tapi mau gimana lagi, harus rapid test antigen katanya. Padahal saya sudah dites sebelum ke sini
Penulis: Marteen Ronaldo Pakpahan | Editor: Agung Yulianto Wibowo
Laporan wartawan TribunBanten.com, Marteen Ronaldo Pakpahan
TRIBUNBANTEN.COM, ANYER - Chika, wisatawan asal Jakarta bersama 5 temannya, diberhentikan anggota Polda Banten di sebuah pantai di kawasan Anyer, Kabupaten Serang, Rabu (30/12/2020).
Polisi menghentikan perempuan berusia 25 tahun itu untuk menjalani rapid test antigen terlebih dahulu.
Dirlantas Polda Banten berserta jajaran Polda Banten menggelar Operasi Lalu Lintas Tahun Baru 2020 di Pantai Anyer, Rabu pagi.
Baca juga: Rapid Test Antigen di Kota Tangerang Gratis, Simak Lokasinya
Baca juga: Pelabuhan Merak Berlakukan Pemeriksaan Rapid Test Antigen
Menurut pantauan Tribunbanten.com, para pengunjung yang hendak menuju kawasan wisata pantai Anyer diberhentikan polisi untuk dilakukan rapid test antigen.
"Agak sakit sedikit sih, tapi mau gimana lagi, harus rapid test antigen katanya. Padahal saya sudah dites sebelum ke sini," kata Chika.
Silvi, teman Chika, mengaku sedikit takut saat menjalani rapid test antigen.
Apalagi dia mengaku belum pernah menjalani tes itu.
"Iya dicoba ternyata tidak terlalu sakit, agak sedikit rasa mual. Tapi tidak apa-apa untuk keamanan diri sendiri juga kan," ucap perempuan berusia 24 tahun ini seraya tersenyum.
Tak selang beberapa lama, aparat kepolisian juga memberhentikan mobil bus wisata dari Bogor.
Para penumpang yang berjumlah 50 orang disuruh untuk turun dan diminta untuk rapid test antigen.
Mereka pun turun satu per satu untuk menjalani tes secara bergantian.
Agus, seorang penumpang bus, mengaku kaget ketika polisi memberhentikan mereka.
Komisi Kepolisian Nasional Brigjen Puji Hartanto mengatakan pelaksanaan rapid test antigen menjelang tahun baru ini khusus bagi wisatawan di Pantai Anyer.
Nanti dalam pelaksanaannya, Polda Banten dan Dirlantas akan memantau bersama Satpol PP dan Satgas Covid-19.
Menurut Puji, tujuan dilakukan kegiatan kali ini untuk mencegah penularan Covid-19.
Jika ada wisatawan yang terpapar Covid-19, maka akan dilakukan tindakan tegas.
"Selain itu, demi mencegah masyarakat untuk berbondong-bondong datang ke tempat wisata pada malam tahun baru. Berdasarkan keputusan gubernur, bupati, dan wali kota, tempat wisata ditutup," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/wisatawan-di-anyer-rapid-test.jpg)