Breaking News:

Gelar Rapid Test Antigen, Pengelola Terminal Pakupatan Dapati 21 Penumpang Reaktif Covid-19

Sebanyak 21 penumpang bus disinyalir terpapar coronavirus disease 2019 (Covid-19).

istimewa
Terminal Pakupatan 

Laporan Wartawan Tribunbanten.com, Marteen Ronaldo Pakpahan

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Sebanyak 21 penumpang bus disinyalir terpapar coronavirus disease 2019 (Covid-19).

Kondisi ini berdasarkan hasil Rapid Test Antigen yang digelar di Terminal Pakupatan, Banten, pada Jumat (1/1/2021).

"Yang reaktif penumpang yang turun di Kota Serang dan warga terminal," kata Koordinator Satuan Pelayanan Terminal Tipe A Pakupatan, Waluyo Dianto, saat dihubungi, Jumat (1/1/2021).

Baca juga: Protokol Kesehatan Diterapkan di Terminal Pakupatan Serang

Dia menjelaskan, Rapid Test Antigen dilakukan oleh Dishub Provinsi Banten, Dishub Kota Serang, dan Dinkes Kota Serang untuk mengecek para penumpang yang ingin melakukan perjalanan menuju tempat wisata dan arus mudik.

Pelaksanaan Rapid Test Antigen sendiri dilakukan sejak tanggal 28 Desember hingga saat ini dan lebih dari 100 orang telah dirapid.

Ia merinci, pada hari pertama tes antigen sebanyak 114 orang, hasilnya negatif semua.

Pada hari kedua, 152 orang dites antigen, hasilnya 12 orang reaktif.

Pada hari ketiga, 78 orang dites antigen, hasilnya reaktif 2 orang.

Dan, pada hari keempat, 107 orang dites antigen, hasilnya tujuh orang reaktif.

Baca juga: Pantauan di Pasar Rau dan Terminal Pakupatan, Banyak Warga Kedapatan Tak Pakai Masker

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang Ikbal, mengatakan 21 orang yang dinyatakan reaktif telah direkomendasikan untuk bisa pulang ke tempat asalnya dan melakukan isolasi mandiri untuk menekan angka penyebaran Covid-19.

Dia mengimbau masyarakat agar mengedepankan protokol kesehatan supaya terhindar dari Covid-19.

"Nanti kami arahkan untuk melakukan PCR (polymerade chain reaction). Kalau PCR-nya positif, kalau tidak layak isolasi di rumah, kita kirim ke rumah singgah rusunawa bagi pasien Covid-19 yang tanpa gejala, rusunawa masih cukup," tambahnya.

Baca juga: Cerita Pengemudi Ojek Pangkalan di Terminal Pakupatan Kota Serang

Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved