Petugas Kesehatan Meninggal Dunia Setelah Mendapatkan Vaksin Covid-19

Sonia Acevedo (41), petugas kesehatan Portugal meninggal hanya berselang dua hari setelah mendapat Vaksin Virus Corona Pfizer-BioNTech.

Tayang:
Editor: Glery Lazuardi
dailymail
Seorang petugas kesehatan Portugal, Sonia Acevedo (41), meninggal dunia 2 hari setelah mendapatkan Vaksin Virus Corona Pfizer. 

TRIBUNBANTEN.COM, PORTUGAL - Sonia Acevedo (41), petugas kesehatan Portugal meninggal hanya berselang dua hari setelah mendapat Vaksin Virus Corona Pfizer-BioNTech.

Dia mengalami 'kematian mendadak' di rumah pada saat tahun baru, sekitar 48 jam setelah menerima suntikan Vaksin Virus Corona Pfizer.

Otopsi terhadap Sonia Acevedo diharapkan dilakukan hari ini atau besok.

Demikian berita tekini Warta Kota nyang diperoleh dari Dailymail.co.uk.

Baca juga: Banten Dapat 14.560 Vial Vaksin Covid-19 Siap Pakai, Berikut 14 Provinsi yang Sudah Tersalurkan

Ibu dua anak, yang bekerja di bidang pediatri di Institut Onkologi Portugis di Porto, Portugal, tidak dikatakan menderita efek samping yang merugikan setelah divaksinasi.

Ayah Ms Acevedo, Abilio Acevedo mengatakan kepada harian Portugal Correio da Manha: "Dia baik-baik saja. Dia tidak punya masalah kesehatan.

Dia mendapat vaksin Covid-19 tetapi dia tidak memiliki gejala apa pun. Saya tidak tahu apa yang terjadi. Saya hanya ingin jawaban.

"Saya ingin tahu apa yang menyebabkan kematian putri saya."

Bos Sonia Acevedo mengonfirmasi bahwa wanita yang meninggal itu telah divaksinasi virus corona pada 30 Desember 2020.

Dia mengatakan bahwa mereka belum diberi tahu tentang 'efek yang tidak diinginkan' ketika dia ditusuk atau beberapa jam kemudian.

Baca juga: Tenaga Kesehatan di Tangerang Selatan Ikut Pelatihan Suntik Vaksin Covid-19

Institut Onkologi Portugal mengatakan dalam sebuah pernyataan: "Sehubungan dengan kematian mendadak seorang asisten operasional dari IPO Porto pada tanggal 1 Januari 2021, Dewan Direksi mengonfirmasi acara tersebut dan menyatakan penyesalan yang tulus kepada keluarga dan teman-teman atas kepastian bahwa kerugian ini juga dirasakan di sini."

Ia menambahkan: "Penjelasan tentang penyebab kematian akan mengikuti prosedur biasa dalam keadaan ini."

Ms Acevedo telah bekerja di IPO Porto, sebuah institusi kesehatan rujukan nasional dan internasional dalam pengobatan, penelitian dan pendidikan kanker, selama lebih dari 10 tahun.

Dia tinggal bersama keluarganya di Maia dekat Porto tetapi meninggal di rumah pasangannya di Trofa setengah jam perjalanan ke utara kota Portugis utara.

Dia mengubah foto profilnya di Facebook tak lama setelah jabnya untuk memposting selfie dengan masker wajah dan pesan: 'Covid-19 divaksinasi.'

Ayahnya mengatakan kepada pers Portugis bahwa dia mendapat telepon untuk mengatakan bahwa dia ditemukan tewas sekitar pukul 11 ​​pagi hari Jumat lalu beberapa jam setelah mereka makan bersama pada Malam Tahun Baru, menambahkan: 'Anak perempuan saya meninggalkan rumah dan saya tidak pernah melihatnya hidup lagi.'

Baca juga: Intelijen Polri-TNI Dikerahkan Jaga Belasan Ribu Vaksin Covid-19 di Banten

Putri Ms Acevedo, Vania Figueredo, mengatakan bahwa ibunya hanya mengeluh tentang ketidaknyamanan 'normal' di daerah di mana dia ditusuk tetapi sebaliknya baik-baik saja.

Tenaga kesehatan tersebut merupakan salah satu dari 538 petugas IPO Porto yang menerima vaksin Pfizer-BioNTech.

Kementerian Kesehatan Portugal telah diinformasikan.

Portugal, dengan populasi lebih dari 10 juta, telah melaporkan 7.118 kematian dan lebih dari 427.000 kasus.

Setelah gelombang pertama yang relatif ringan, kasus meningkat tajam pada gelombang kedua dan melonjak lagi sejak Natal.

Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul BREAKING NEWS: Tenaga Kesehatan Portugal Meninggal 2 Hari setelah Divaksin Pfizer-BioNTech

Sumber: Warta Kota
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved