Detik-detik Maling Motor Tewas Dihakimi Massa di Serpong

Sebelum ditangkap, F sempat bersembunyi di semak-semak sampai akhirnya ketahuan dan langsung dikepung warga.

Tayang:
Editor: Abdul Qodir
@bekasi24jam
Ilustrasi maling motor ditangkap dan dihakimi massa - Maling motor di Grand Wisata, Tambun, Bekasi, Jawa Barat, diamuk massa setelah ditangkap warga. Video maling diamuk massa itu menjadi viral. Peristiwa pencurian terjadi pada Sabtu (6/4/2019). 

TRIBUNBANTEN.COM, SERPONG - F, tersangka pelaku pencurian sepeda motor di kawasan Buaran, Serpong, Tangerang Selatan, Banten, tewas dalam aksi main hakim sendiri oleh massa yang marah.

Dia tewas setelah sempat dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Selasa (5/1/2021). Korban dihakimi massa yang menggagalkan aksi pencuriannya.

Satu tersangka pelaku pencurian lain melarikan diri dan belum diketahui keberadaannya.

Kepala Unit Reserse Kriminal Polisi Sektor Serpong, Iptu Lutfi Hayata menjelaskan, kini polisi  melakukan pendalam terkait aksi main hakim sendiri yang menyebabkan korban meninggal dunia setelah sempat mendapatkan perawatan.

Kepolisian tengah mengumpulkan data-data dan memintai keterangan sejumlah saksi guna mengungkap kasus tersebut.

"Kami sudah menyelidiki, masih diselidiki. Pencarian data dulu," ujar Lutfi, Rabu kemarin.

Setidaknya sudah ada tiga saksi yang diperiksa, yakni korban pencurian sepeda motor, saksi warga di lokasi pencurian, dan saksi yang berada di tempat pengeroyokan F.

Baca juga: Warga Serpong Berhasil Gagalkan Aksi Maling Motor di Kontrakan, Satu Pelaku Berhasil Tertangkap

Baca juga: Polda Banten: Kasus Curanmor Paling Banyak Terjadi di Tigaraksa

Lutfi belum mengungkapkan hasil sementara yang didapatkan petugas dari keterangan saksi-saksi tersebut.

Dia  tidak mau memastikan apakah nantinya akan ada warga yang menjadi tersangka karena terlibat dalam pengeroyokan F hingga mengalami luka cukup parah dan akhirnya meninggal.

"Kami belum berani mengarah ke sana. Kami masih pengumpulan data dan keterangan saksi dulu," pungkasnya.

Gagal mencuri motor

Ilustrasi pencurian sepeda motor
Ilustrasi pencurian sepeda motor (Ist)

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, insiden pengeroyokan berawal dari pencurian sepeda motor yang dilakukan F bersama rekannya di sebuah rumah kontrakan di kawasan Buaran, Serpong, Tangerang Selatan.

Aksi kejahatan tersebut terjadi pada Selasa lalu sekitar pukul 05.30 WIB.

Saat itu, kedua pelaku tepergok tengah menjebol kunci kontak dan akan membawa sepeda motor curiannya.

F berperan sebagai pemantau lokasi kejadian dan berada di depan pagar kontrakan. Sementara rekan F yang belum diketahui identitasnnya sebagai eksekutor yang menjebol kunci kontak dan mengambil sepeda motor.

"Si pelaku masuk, enggak ada yang kenal. Ternyata satu orang jebol kunci motor, yang satu di depan nungguin," ujar Nita,

seorang saksi warga. Warga yang melihat peristiwa tersebut langsung berteriak.

Karena panik, pelaku kemudian kabur dan meninggalkan motor curiannya.

F yang menunggu di depan pagar kontrakan berusaha melarikan diri menggunakan sepeda motor yang digunakannya.

Baca juga: Kocak, Langganan Maling Kotak Amal Masjid Sembunyi di Toilet, Begitu Tertangkap Akting Kesurupan

Namun, dia jatuh dari kendaraannya dan kabur dengan berlari.

Warga pun fokus mencari F dan mengepungnya setelah mengetahui lokasi persembunyiannya.

Dihakimi Massa

Ilustrasi pengeroyokan dan dihakimi massa
Ilustrasi pengeroyokan dan dihakimi massa (Desain Grafis Tribun Pekanbaru/Didik)

Saat tertangkap F menjadi bulan-bulanan warga yang kesal sehingga sekarat.

Sejumlah warga sempat merekam kondisi F yang tak berdaya dan menyebarkannya ke media sosial.

Dalam video yang diterima, F dibiarkan tergeletak di pinggir jalan dekat tempat pembuangan sampah dengan kondisi wajah yang terlihat babak belur.

Jaro Udin (49) warga yang ikut menangkap menjelaskan, pria dalam video tersebut merupakan F, tersangka pelaku pencurian yang menunggu di depan kontrakan untuk memantau sekitar lokasi.

Sebelum ditangkap, F sempat bersembunyi di semak-semak sampai akhirnya ketahuan dan langsung dikepung warga.

"Orang sudah ramai yang ngejar, dikepung. Sempat dihantam di sini sama warga, baru ditahan jangan (dipukul). Dia tidak meninggal, masih sadar. Nah kalau yang pemetiknya, lari dia, kabur," kata Udin.

Sempat Dibawa ke Rumah Sakit, Tapi Tidak Tertolong

Ilustraasi mayat
Ilustraasi mayat (Tribunnews)

Kapolsek Serpong Kompol Supriyanto menjelaskan, F mengalami luka serius di bagian kepala sehingga langsung dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramatjati, Jakarta Timur.

"Pada saat diamankan, pelaku dalam kondisi yang menderita luka cukup serius. Sehingga, kami dari Polsek Serpong setelah dapat penyerahan dari warga langsung membawa ke Rumah Sakit Polri Kramatjati," kata Supriyanto.

Setelah sempat mendapatkan perawatan medis, F kemudian dinyatakan meninggal dunia.

"Ditangani oleh tim dokter yang ada di Rumah Sakit Polri Kramat Jati. Kurang lebih satu jam, pelaku ini dinyatakan meninggal dunia," kata Supriyanto.

Temukan Kunci Letter T dari Korban

Supiyanto mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan pendalaman atas kasus pencurian tersebut dan mengejar tersangka lain yang masih buron.

"Kami masih mendalami keterlibatan satu orang pelaku lainnya yang masih melarikan diri dan sedang melakukan pendalaman dan pengajaran," ujar Supriyanto.

Menurut Supriyanto, dia merupakan pelaku utama yang bertugas mengambil sepeda motor incaran dengan menjebol kunci kontak kendaraan.

Dari F, polisi mengamankan barang bukti berupa kunci letter T.

Petugas juga mengamankan sepeda motor F dan sepeda milik korban pencurian.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Maling Motor Tewas Dihakimi Massa di Serpong"

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved