Tangerang Selatan

Plasma Darah Penyintas Covid-19 di Tangerang Selatan Dikirim Sampai ke Kalimantan

Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mendapat banyak permintaan plasma darah penyintas Covid-19.

Editor: Zuhirna Wulan Dilla
Tribunbanten.com/Zuhirna Wulan Dilla
Koordinator Rumah Lawan Covid-19 Tangsel, Suhara Manullang (kiri) bersama Wali Kota Tangsel, Airin Rachmi Diany (kanan) saat ditemui di Kantor Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Tangerang Selatan, Senin (7/12/2020). 

TRIBUNBANTEN.COM - Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mendapat banyak permintaan plasma darah penyintas Covid-19

Penyebaran Covid-19 yang semakin tinggi di Tangsel menjadi alasan utama banyaknya pemintaan tersebut.

Dilansir dari WARTAKOTAlive.com, Suhara Manullang, Kepala Unit Donor Darah (UDD) PMI Tangsel, menurutnya,  permintaan plasma konvalesen banyaknya dari dari luar daerah.

Baca juga: Terjadi Lonjakan Pasien Positif Covid-19 di Tangsel, RLC Catat Rekor Terbanyak Tangani Pasien

Baca juga: Ditolak RSD Covid-19 Wisma Atlet, Pengungsi Afganistan Hamil Itu Bahagia Dirawat di RLC Tangsel

Suhara mengatakan, sampai saat ini pihaknya sudah memeriksa 80 penyintas Covid-19 untuk mendonorkan plasma darahnya. Dari 80 penyintas, hanya 24 yang sudah dinyatakan layak mendonorkan plasmanya.

Koordinator Bidang Penanganan Satuan Gugus Tugas Covid-19 Tangerang Selatan Suhara Manullang, di Rumah Lawan Covid Tangsel, Jumat (18/9/2020).
Koordinator Bidang Penanganan Satuan Gugus Tugas Covid-19 Tangerang Selatan Suhara Manullang, di Rumah Lawan Covid Tangsel, Jumat (18/9/2020). (Tribunbanten.com/Zuhirna Wulan Dilla)

Dari 24 pendonor itu didapatkan 54 kantong darah, dan saat ini seluruhnya sudah habis dikirimkan ke pemohon termasuk dari luar Tangsel. 

"Sudah perkantongnya itu ada 52 kantong plasma, tapi itu sudah langsung sold out. Keluar Tangsel juga bahkan ke Kalimantan pun sudah kita kirim," ujar Suhara dikutip dari WARTAKOTAlive.com, Rabu (6/1/2021).

Suhara mendapat banyak pesanan, terutama untuk plasma darah golongan AB yang sangat dibutuhkan. 

"Seperti golongan AB itu sudah banyak yang booking. Jadi tuh setiap hari tuh ada yang booking. Jadi pas ada pendonor sudah langsung," ujarnya. 

Sebagai upaya meningkatkan donor plasma konvalesen, PMI Tangsel bekerja sama dengan Rumah Lawan Covid-19 (RLC) Tangsel. 

Setiap pasien Covid-19 yang sembuh usai karantina di RLC akan langsung dianjurkan untuk mendonorkan plasma darahnya. Para penyintas itu akan diambil sampel darahnya untuk uji kelayakan donor plasma konvalesen.

"Secara mayoritas mau semua, karena kami kan rutin memberikan penjelasan tentang Covid-19 dan plasma. Jadi mereka sudah paham dengan plasma ini," ujarnya.

Koordinator Rumah Lawan Covid-19 Tangsel, Suhara Manullang (kiri) bersama Wali Kota Tangsel, Airin Rachmi Diany (kanan) saat ditemui di Kantor Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Tangerang Selatan, Senin (7/12/2020).
Koordinator Rumah Lawan Covid-19 Tangsel, Suhara Manullang (kiri) bersama Wali Kota Tangsel, Airin Rachmi Diany (kanan) saat ditemui di Kantor Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Tangerang Selatan, Senin (7/12/2020). (Tribunbanten.com/Zuhirna Wulan Dilla)

Soleh, salah satu pasien Covid-19 yang dinyatakan sembuh dan sudah diperbolehkan dari RLC hari ini, bersedia mendonorkan plasma darahnya. 

"Bersedia lah, istilahnya buat balas jasa, kita sudah dirawat di sini satu keluarga," ujar Soleh.

Seperti diketahui, plasma konvalesen dapat diartikan plasma darah orang yang sembuh setelah terinfeksi Covid-19.

Baca juga: RLC Tangsel Siapkan Sistem Daftar Tunggu, Cukup Kontak via WhatsApp, Kirim KTP dan Hasil Swab Test

Baca juga: Kisah Pasien Covid-19 di RLC Tangsel, Rayakan Natal di Tempat Karantina Tanpa Anaknya

Plasma konvalesen bisa digunakan sebagai terapi penyembuhan Covid-19 dengan menginjeksi plasma darah penyintas kepada pasien. 

Sumber: Warta Kota
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved