Breaking News:

Wisata ke Rangkasbitung Lebak, Nikmati Jajanan Tradisional Kue Ape

Bagi anda yang ingin bernostalgia mengenang masa lalu maka datanglah ke Rangkasbitung, Lebak, Banten.

Penulis: desi purnamasari | Editor: Glery Lazuardi
TRIBUNBANTEN/DESIPURNAMA
Kue Ape atau Kue Tete 

Pinggirannya yang berwarna coklat renyah dan di bagian tengah yang empuk, menjadi ciri khas dari Kue Ape ini.

Pembuatannya yang cepat dan simpel, hanya menaruh adonan ke dalam cetakan lalu ditutup selama 1-2 menit, kue ape sudah matang.

Rangkasbitung juga menawarkan sejumlah kuliner khas. Salah satu di antaranya, yaitu Kue Tete atau Kue Ape.
Rangkasbitung juga menawarkan sejumlah kuliner khas. Salah satu di antaranya, yaitu Kue Tete atau Kue Ape. (TRIBUNBANTEN/DESIPURNAMA)

"Kue Ape atau Kue Tete ini dibuat dari olahan tepung beras, tepung kanji, daun suji, pasta pandan, dan bumbu penyedap lainnya," ujar Ram pedagang kue ape kepada, TribunBanten.com, Jumat (15/1/2021).

Jajanan ini dibuat dengan cara disangrai diatas arang dan cetakannya yang terbuat dari gerabah.

Ram menjelaskan, agar cita rasa khas dari kue ape ini tidak hilang harus di masakan dengan cara di sangrai di atas arang.

"Karena ini udah khas kali ya saya juga kurang tahu kalau tidak dimasak dengan cara ini maka rasanya berbeda," ucapnya sambil mengaduk adonan yang telah dibuatnya.

Baca juga: Negeri di Awan Tak Hanya Dongeng, Jadi Tempat Wisata Provinsi Banten, Hanya 3 Jam dari Jakarta

Baca juga: Kisah Penjaga Pantai Anyer, Ibarat Film Baywatch Hanya Bermodal Ban untuk Selamatkan Wisatawan

Selain rasanya yang enak, jajanan tradisional ini pun harganya cukup terjangkau hanya Rp 1.000 per biji.

Ram berjualan setiap hari, mulai pukul 08.00 wib sampai dengan 20.00 wib, di sekitaran Jalan Hardiwinangun, Muara Ciujung, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten.

Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved