Breaking News:

BPBD: Waspada Banjir dan Tanah Longsor di Banten Selatan

BPBD Provinsi Banten meminta warga Banten Selatan untuk waspada terhadap ancaman bencana banjir dan tanah longsor.

Editor: Glery Lazuardi
Tribunbanten.com/Marteen Ronaldo Pakpahan
Ratusan rumah di Desa Nagara, Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang terendam banjir, Selasa (8/12/2020), jelang pemungutan suara Pilkada Kabupaten Serang. 

TRIBUNBANTEN.COM, JAKARTA - Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten meminta warga Banten Selatan untuk waspada terhadap ancaman bencana banjir dan tanah longsor.

Baca juga: Bencana Alam Hantui Indonesia pada Awal 2021

Baca juga: Doa Agar Terhindar dari Bencana Alam, Bahasa Arab Disertai Artinya

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten, Nana Suryana, mengatakan pihaknya secara rutin meminta masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi terjadinya banjir dan longsor.

Secara rutin, pihaknya terus melakukan sosialiasi mitigasi bencana kepada masyarakat terutama di daerah dengan potensi banjir dan tanah longsor.

Sosialisasi mitigasi bencana dilakukan secara struktural dari pusat hingga daerah sampai dengan RT/RW agar membantu sosialisasikan bahaya terutama di daerah yang berpotensi longsor dan banjir.

“Kita berharap, warga pada masa musim penghujan ini harus tetap waspada,” kata Nana.

Menurut Nana, sosialiasi daerah-daerah berpotensi banjir dan longsor, merupakan bagian dari mitigasi pengurangan risiko terjadinya bencana.

Masyarakat juga diharapkan tetap waspada dan berhati-hati dalam melakukan aktivitas. Hal ini, karena tak menutup kemungkinan air secara tiba-tiba datang.

Pihaknya melalui BPBD kabupaten/kota telah membentuk kampung tangguh bencana. “Kita buat kampung tangguh bencana,” ujarnya.

Nana mengungkapkan, bencana yang terjadi beberapa waktu lalu di Banten harus dijadikan pelajaran. Di mana penanganan banjir harus dilakukan dari hulu, bukan hanya di hilir.

Baca juga: 8 Bencana Alam Besar Awal Tahun 2021, Terjadi di Sebagian Wilayah Indonesia

Baca juga: Refleksi 16 Tahun Tsunami Aceh, Luluh Lantak di Bumi Serambi Makkah, Ini Gambaran Setelah Bencana

“Khayak banjir harus ditangani dari hulu bukan dari hilir. Kalau dari hilir kita evakuasi, kasih bantuan, buat dapur umum, itu saja. Tapi kalau dari hulu drainasenya dibenerin, tata ruangnya dibenerin, sedimentasinya dikeruk, jadi kalau ada hujan datang ngga akan banjir,” tambahnya.

Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved