Loyalitas dan Integritas Jadi Alasan Presiden Jokowi Pilih Komjen Listyo Sigit Jadi Kapolri

Presiden Joko Widodo memilih Komisaris Jenderal Listyo Sigit sebagai calon Kapolri.

Editor: Glery Lazuardi
Capture YouTube DPR RI
Calon Kapolri, Komjen Listyo Sigit menjalani fit and proper test oleh anggota Komisi III DPR RI, Rabu (20/1/20210 

TRIBUNBANTEN.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo memilih Komisaris Jenderal Listyo Sigit sebagai calon Kapolri.

Apa alasan Presiden Joko Widodo mempercayakan kepada Komisaris Jenderal Listyo Sigit sebagai orang nomor 1 di institusi Bhayangkara?

Kepala Staf Presiden Moeldoko menyebut alasan Presiden Joko Widodo memilih Listyo Sigit sebagai Kapolri. Moeldoko menyebut terdapat empat kriteria yang menjadi acuan dalam memilih kapolri.

Keempat kriteria ini adalah kapasitas, kapabilitas, loyalitas, dan integritas. "Jadi semua agregat dari indikator-indikator yang dikenali dari awal itu memunculkan sebuah agregat, dan agregat itu seseorang akan dipilih begitu. Jadi bukan karena macam-macam," ujar Moeldoko kepada wartawan, Rabu (20/1).

Moeldoko menyebut seorang pimpinan instansi harus memiliki kemampuan untuk memikul tanggung jawab. Selain itu bekas Panglima TNI itu juga menyebut Listyo telah terbukti memiliki kapasitas dalam menyelesaikan masalah.

Loyalitas dan integritas juga menjadi hal yang tidak bisa ditawar dalam mengisi posisi Kapolri. Pemilihan Listyo Sigit disebut Moeldoko telah dipertimbangkan oleh presiden untuk mencapai suatu tujuan.

"Jadi pasti presiden sudah memikirkan untuk kepentingan yang lebih besar maka ada pertimbangan-pertimbangan lain," terang Moeldoko.

Baca juga: Tok, Komisi III DPR Setujui Listyo Sigit jadi Kapolri dengan Mulus, Dititip Pesan Perhatikan Polwan

Baca juga: Di Hadapan Anggota DPR, Calon Kapolri Listyo Sigit Bilang Ke Depan Polantas Tak Perlu Lagi Menilang

Kriteria tersebut dipastikan yang membuat Listyo Sigit dipilih menjadi kapolri. Meskipun dalam perebutan posisi tersebut terdapat jenderal polisi bintang tiga lain yang masuk dalam bursa calon kapolri.

Dua jenderal polisi lainnya merupakan senior lulusan Akpol tahun 1988 yakni Wakapolri Gatot Eddy Prramono dan Boy Rafli Amar. Sementara Listyo merupakan lulusan Akpol 1991.

"Jadi ini kan pilihan-pilihan. Pilihan pertama pendekatannya senioritas. Pilihan yang kedua pendekatannya yang tadi beberapa persyaratan tadi," jelas Moeldoko.

Dalam pemilihan dua jenderal yang lebih senior disampaikan Moeldoko tak masuk dalam kualifikasi. Meski begitu dia memastikan pemilihan dilakukan dengan penilaian yang bersifat holistik.

Baca juga: Petugas Tak Perlu Menilang, Komjen Listyo Sigit Ingin Penilangan ETLE, Bagaimana Sistemnya Kerjanya?

Komisi III DPR RI secara aklamasi menyetujui pengajuan Kabareskrim Polri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri menggantikan Jenderal Pol Idham Azis yang akan pensiun.

Persetujuan itu ditetapkan seusai Sigit Listyo menjalani uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test yang digelar Komisi III DPR RI.

"Berdasarkan pandangan dan catatan fraksi, pimpinan dan anggota Komisi III secara mufakat menyetujui pemberhentian dengan hormat dari jabatan Kapolri atas nama Jenderal Idham Azis dan menyetujui pengangkatan Komjen Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri," kata Ketua Komisi III DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Herman Hery, Rabu (20/1/2021).

Baca juga: Polwan yang Dampingi Listyo di Fit & Proper Test Bukan Orang Sembarangan, Jadi ketua Polwan Sedunia

Keputusan itu diambil setelah Komisi III mendalami paparan Listyo Sigit Prabowo sebagai calon Kapolri dan melakukan rapat pleno.

Sumber: Kontan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved