Breaking News:

Rahasia Ketahanan Pangan Suku Baduy dengan Menanam Padi Huma

Garapan bercocok tanam padi huma pada awal bulan 2021 maka bisa dipanen selama enam bulan ke depan karena menggunakan benih varietas padi lokal.

Penulis: desi purnamasari
Editor: Yudhi Maulana A
TribunBanten.com/Desi Purnamasari
Warga Baduy menyimpan padi huma di dalam gudang khusus 

Laporan wartawan TribunBanten.com, Desi Purnamasari

TRIBUNBANTEN.COM LEBAK - Sejumlah petani baduy di Kabupaten Lebak, Banten mulai menanam padi huma untuk memenuhi kebutuhan pangan dan simpanan makanan dikala paceklik.

Kata Huma berasal dari bahasa Sunda yang mempunyai arti ladang.

Gerakan menanam padi huma dilakukan secara serentak sesuai ketentuan penghitungan adat, sebab penanaman serentak itu bertujuan agar waktu panennya bisa dilakukan bersamaan.

Garapan bercocok tanam padi huma pada awal bulan 2021 maka bisa dipanen selama enam bulan ke depan karena menggunakan benih varietas padi lokal.

Baca juga: Masyarakat Mualaf Baduy Terima Bantuan untuk Bertahan Hidup

Baca juga: Kasus Pemalsuan Madu Khas Baduy, Tersangka Segera Disidangkan di Pengadilan Negeri Rangkasbitung

Santi seorang warga suku baduy mengatakan Menanam padi huma ini menggunakan pupuk-pupuk alami yang terbuat dari daun-dauan, yang di buat sendiri oleh masyarakat suku baduy.

"Penanaman padi huma ini menggunakan pupuk-pupuk alami yang dibuat dari daun-daun seperti daun honje" ujarnya kepada TribunBanten.com, Rabu (20/1/2021).

Setiap harinya tanaman padi ini selalu dibersihkan dari hama-hama yang menggangu pertumbuhan padi tersebut.

"Apalagi kan sekarang musim hujan jadi banyak hama, biasanya kalau panen mah banyak tapi banyak padi yang ngga ada isinya pas ditumbuk," ujarnya.

Setiap panen padi huma disimpan dalam gudang dan tidak untuk dijual, sehingga persediaan pangan cukup untuk kebutuhan keluarga.

Selain padi huma, warga baduy menanam tanaman jahe merah, cikur, pepaya, pisang, cabai, durian hingga sayur-sayuran.

kehidupan ekonomi masyarakat Baduy mengandalkan dari bercocok tanam di ladang tanpa menggunakan pupuk kimia.

Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved