Joe Biden Resmi jadi Presiden Amerika Serikat Lengserkan Donald Trump
Joe Biden akan mendapatkan predikat juga sebagai presiden tertua AS karena dia dilantik saat berusia 78 tahun.
TRIBUNBANTEN.COM - Joe Biden resmi menjadi presiden ke-46 Amerika Serikat (AS) untuk empat tahun ke depan, menggantikan Donald Trump, usai dilantik di Gedung Capitol AS di Washington DC, Rabu (20/1/2021) pukul 11.30 waktu setempat.
Biden diambil sumpahnya oleh Ketua Mahkamah Agung AS dan hakim agung John Roberts, sambil meletakkan tangannya di atas Alkitab berusia lebih dari 100 tahun milik keluarganya, yang dipegang oleh istrinya, Jill Tracy Biden.
Sebagaimana dilansir CNN, Biden diambil sumpahnya menggunakan Alkitab yang disimpan di keluarganya sejak 1893 silam.
AS Alkitab itu mempunyai ketebalan lima inci, berwarna coklat dengan salib Celtic yang berada di tengahnya.
Dia dilaporkan selalu menggunakan Alkitab itu sejak memulai kiprahnya sebagai senator untuk Negara Bagian Delaware pada 1973.
Ada cerita unik saat momen pelantikan 2009.
Saat itu, upacara pengambilan sumpahnya terpaksa ditunda karena Alkitabnya tidak ditemukan.
"Setiap tanggal penting ada di situ. Setiap kali saya diambil sumpahnya, tanggalnya tercatat di sana," ujar dia kepada Stephen Colbert pada Desember 2020.
Joe Biden akan mendapatkan predikat juga sebagai presiden tertua AS karena dia dilantik saat berusia 78 tahun.
Baca juga: Kerusahan Pilpres AS, Massa Pendukung Donald Trump Serbu Gedung Capitol, 1 Orang Tewas Ditembak
Usai dilantik, Joe Biden memberikan pidato pertamanya sebagai Presiden Amerika Serikat
Dalam pidato perdananya sebagai presiden, Biden meminta seluruh rakyat AS untuk bersatu.
Dia juga berbicara tentang tantangan yang akan dihadapi pemerintahannya, termasuk pandemi virus corona dan kebangkitan supremasi kulit putih.
Dengan adanya tantangan itu, Biden mengatakan, dia akan menghadapinya dan pemerintahannya akan mengalahkan setiap rintangan.
Dia mengulangi sumpah kampanyenya untuk memulihkan jiwa masa depan Amerika sambil menekankan bahwa aksi nyata diperlukan lebih dari sekadar kata-kata.
"Itu membutuhkan hal yang paling sulit dipahami dari semua hal dalam demokrasi: persatuan,” tutur Biden sebagaimana dilansir BBC.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/joe-biden-didampingi-ibu-negara-as-yang-baru-jill-biden-dilantik-sebagai-presiden-as-ke-46.jpg)