Pedagang Daging Sapi Pasar Ciruas Kabupaten Serang Berencana Mogok Jualan Mulai Hari ini
Keadaan ini diperparah dengan adanya pandemi Covid-19 hingga saat ini.
Penulis: Khairul Maarif | Editor: Agung Yulianto Wibowo
Laporan Wartawan TribunBanten.com, Khairul Ma'arif
TRIBUNBANTEN.COM, KABUPATEN SERANG - Pedagang daging sapi Pasar Ciruas di Kabupaten Serang berencana mogok jualan pada Kamis (21/01/2021) hari ini.
Mogok dagang disebabkan karena harga daging sapi yang terus melonjak naik sehingga membuat daya beli semakin rendah.
Keadaan ini diperparah dengan adanya pandemi Covid-19 hingga saat ini.
Menurut pantauan TribunBanten.com di Pasar Ciruas, Rabu (20/01/2021), masih ada pedagang yang berjualan.
Pendi, seorang pedagang, mengatakan mereka akan mulai mogok jualan pada Kamis ini.
"Baru tadi pemberitahuannya," katanya kepada TribunBanten.com, Rabu.
Menurut pria berusia 32 tahun ini, rumah pemotongan hewan juga akan tutup Kamis hari ini.
"Mogok dagangnya lima hari pada 21-25 Januari 2021. Kemungkinan baru mulai berdagang lagi pada 26 Januari 2021," ucapnya.
Rencananya, semua pedagang daging sapi di Pasar Ciruas mogok untuk berjualan.
Pendi mengaku daya beli masyarakat terhadap daging sapi sudah turun sejak pandemi Covid-19.
"Langganan kaya pedagang bakso dan nasi padang yang biasanya beli 20 kilogram cuma beli 10 kilogram karena penjualan mereka juga berkurang," katanya.
Sebelumnya, Mulai Rabu (20/1/2021) ini hingga dua hari ke depan, pedagang daging sapi di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek) akan menggelar aksi mogok.
Aksi mogok berjualan itu dilakukan sebagai bentuk protes atas melonjaknya harga daging sapi di rumah pemotongan hewan.
Sekretaris Dewan Pengurus Daerah Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI) DKI Jakarta, Tb Mufti Bangkit mengatakan, harga per kilogram daging sapi yang belum dipisah antara tulang dan kulitnya adalah Rp 95.000.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/ilustrasi-pedagang-daging-sapi.jpg)