Tragedi Sriwijaya Air
Mereka yang Terbang Bareng Keluarga Tapi Belum Teridentifikasi, 2 Bocah Ini Belum Diketahui Nasibnya
Hingga hari terakhir operasi gabungan pencarian korban dan pesawat Sriwijaya Air SJ 182, baru ada 47 korban yang sudah diidentifikasi
Penulis: Yudhi Maulana A | Editor: Yudhi Maulana A
Dikutip dari SURYA, seorang wanita bernama Nani Zarkasih adalah ibu kandung Rahmania Ekananda salah satu korban asal Kecamatan Pare Kabupaten Kediri.
Dia menuturkan bahwa meskipun anaknya seorang istri anggota TNI tak mengubah sifatnya yang baik hati kepada orang lain.
"Dia itu suka memberi dan berbagi kepada orang lain yang gak mungkin saya lupakan. Kepada siapapun termasuk orang yang ada di bawahnya," ungkapnya.
Baca juga: Mereka yang Selamat Meski Namanya Masuk di Manifes dan Mereka yang Jadi Korban karena Pindah Pesawat
Baca juga: Kakak Yumna Pemilik Jaket Minnie Mouse Sudah Diidentifikasi, ini Video terakhirnya Sebelum Terbang
Senada dengan Nani Zarkasih paman Rahmania, Agus Mardianto, mengatakan bahwa korban sosok yang religius.
“Itu ponakan saya dari agamanya memang kuat meskipun suaminya tentara pangkat. Terakhir dia bilang ke saya mohon doanya tugas ke Pontianak satu tahun menjabat di sana,” ujarnya.
Selain itu menurut Agus Mardianto bahwa Rahmania Ekananda merupakan ponakannya asli kelahiran Pare.
“Dia kelahiran sini SD, SMP dan SMA di Pare kalau kuliahnya di Surabaya Ubaya jurusan S1 Psikologi,” ungkapnya.
Diketahui Rahmania Ekananda dan kedua putrinya menumpangi Pesawat Sriwijaya Air ini bertujuan untuk datangi suaminya yang bekerja di Pontianak.
Dikutip dari Kompas.com, Komandan Satuan Tugas Laut (Dansatgasla) Operasi SAR Sriwijaya Air Laksamana Pertama Yayan Sofyan mengungkapkan, KRI Rigel pada siang hari Selasa (12/1/2021) berhasil membawa sejumlah temuan yang diduga berasal dari penumpang Sriwijaya Air SJ 182.
Baca juga: Kakak Yumna Pemilik Jaket Minnie Mouse Sudah Diidentifikasi, ini Video terakhirnya Sebelum Terbang
Pada pukul 11.31 dan 12.35 WIB tim penyelam menemukan beberapa properti seperti potongan baju dan beberapa barang pribadi di antaranya dompet.
"Di dalam dompet itu ada identitas-identitas yang pertama adalah Nyonya Rahmania Ekananda kelahiran 22 November Kediri, 1981," terangnya.
"Di dalam dompet yang sama ada Fathima Ashalina M kelahiran Bekasi 19 April 2018. Terus kemudian ketiga adalah Fazila Ammara kelahiran Pasuruan 3 Oktober 2014," sambung dia.
Selain Fazila Ammara, Yumna juga hingga saat ini belum ditemukan.
Yumna merupakan penumpang yang terbang bersama ibunya, Ratih Windania dan kakaknya, Athar Rizki Riawan.
Selain itu Yumna juga berangkat bersama kakek neneknya, Toni Ismail dan Rahmawati.
Baca juga: TERPECAHKAN! Misteri Suara Tolong di Pencarian Korban Sriwijaya Air, Tapi 2 Pakar Ini Beda Pendapat
Baca juga: Benarkah Tanda SOS di Peta Pulau Laki Berasal dari Korban Sriwijaya Air? Ini Penjelasan Google
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/yumna-dan-fazila-belum-ditemukan.jpg)