Belasan Ribu Orang Israel Positif Covid-19 Usai Disuntik Vaksin

Sekitar 2,15 juta orang telah divaksinasi di Israel selama sebulan terakhir menggunakan vaksin Pfizer-BioNTech, tercepat di dunia

Editor: Abdul Qodir
Miriam ALSTER/POOL/AFP
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menerima dosis kedua Covid-19 di Sheba Medical Center di Ramat Gan, dekat kota pesisir Tel Aviv, pada 9 Januari 2021. 

TRIBUNBANTEN.COM, TEL AVIV - Kejadian warga positif Covid-19 usai menjalani vaksinasi Covid-19 terjadi di beberapa negara. Bahkan, di Israel jumlah mencapai belasan ribu orang.

Tercatat, lebih dari 12.400 warga Israel dinyatakan positif Covid-19 setelah divaksinasi.

Yang mengejutkan, sebanyak 69 di antaranya sudah mendapatkan dosis kedua vaksin virus corona baru.

Demikian laporan Kementerian Kesehatan Israel.

Mengutip laporan surat kabar Israel, Haaretz, Selasa (20/1), sebanyak  6,6 persen dari 189.000 orang yang divaksinasi dan menjalani tes terjangkit virus corona setelah mendapatkan vaksin.

Menurut data Kementerian Kesehatan Israel, sebanyak 5.348 orang terinfeksi virus corona hingga seminggu setelah mendapatkan vaksin atau 5,4 persen dari 100.000 orang yang sudah divaksinasi.

Lalu, 5.585 orang lagi terjangkit virus corona antara hari ke-8 dan ke-14 setelah mendapatkan vaksin pertama, atawa 8,3 persen dari 67.000 orang yang divaksinasi dan dites virus selama periode itu.

Dan ternyata, orang-orang juga positif Covid-19 setelah dua minggu mendapatkan dosis pertama, antara hari ke-15 dan ke-21, periode di mana kekebalan parsial semestinya tercipta. 

Baca juga: Seminggu Setelah Divaksin, Bupati Sleman Dinyatakan Positif Covid-19

Baca juga: Efek Samping Vaksin Covid-19

Dari 20.000 orang yang dites selama periode pasca-vaksin ini, 1.410 dinyatakan positif Covid-19 atau 7,2 persen. 

Kemudian, dari 3.199 orang yang melakukan tes virus corona antara hari ke-22 dan ke-28 setelah vaksin pertama, 84 terpapar virus corona atau 2,6%, termasuk 69 orang yang sudah dua kali divaksinasi.

Satu dosis kurang efektif

Grafis varian baru Covid-19
Grafis varian baru Covid-19 (TribunnewsBogor.com)

Sekitar 2,15 juta orang telah divaksinasi di Israel selama sebulan terakhir menggunakan vaksin Pfizer-BioNTech, tercepat di dunia, dengan 300.000 di antaranya sudah mendapatkan dosis kedua yang bergulir mulai pekan lalu.

Tetapi, catatan kehati-hatian datang dari Nachman Ash, Komisioner Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Israel. "Satu dosis tampaknya kurang efektif dari yang kami kira," katanya kepada Army Radio.

Sementara tes serologis terhadap karyawan Sheba Medical Center di Tel Hashomer seminggu setelah mereka menerima dosis kedua vaksin Pfizer-BioNTech menunjukkan, dari 102 karyawan yang diuji, 100 memiliki tingkat antibodi antara 6 hingga 20 kali lebih tinggi.

“Ini menarik. Artinya, vaksin tersebut bekerja dengan sangat baik dan kami berharap melihat penurunan insiden infeksi dalam beberapa hari," ungkap Prof Gili Regev-Yohai, Direktur Unit Pencegahan dan Pengendalian Infeksi Sheba Medical Center.

Baca juga: Kemenkes Duga Bupati Sleman Sudah Positif Covid-19 Saat Disuntik Vaksin Sinovac

Baca juga: Joe Biden Resmi jadi Presiden Amerika Serikat Lengserkan Donald Trump

Sumber: Kontan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved