Ketua DPC Gerindra Minta Anies Baswedan Mundur, Relawan: Warga DKI yang Milih Bukan Partai Politik

Nama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali menjadi bahan perbincangan publik. Anies Baswedan diminta mundur

Editor: Glery Lazuardi
Tangkapan layar channel YouTube KompasTV
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan 

TRIBUNBANTEN.COM, JAKARTA - Nama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali menjadi bahan perbincangan publik.

Hal ini, setelah Anies Baswedan diminta mundur dari posisi gubernur.

Permintaan itu disampaikan oleh Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerindra Jakarta Timur, Ali Lubis.

Ali Lubis meminta Anies Baswedan mundur karena dinilai tidak sanggup memimpin ibu kota setelah
meminta pemerintah pusat mengambil alih penanganan Covid-19 di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).

Ali Lubis menilai Anies Baswedan 'menyerah'.

Baca juga: Kader Gerindra Minta Anies Baswedan Mundur, Begini Reaksi Wagub DKI Jakarta

Baca juga: Jokowi Depak Anies Baswedan di Rabu Pon saat Reshuffle Kabinet, Besok Lantik Listyo Jadi Kapolri

Ketua Pengurus Kota Jakarta Timur Abdi Rakyat Rojali menilai persoalan Pandemi adalah persoalan bersama.

Terlebih lagi persoalan Covid-19 banyak bersumber dari penyanggah-penyanggah ibu kota, maka wajar lanjut Rojali.

Jika Gubernur DKI, Anies Baswedan, kata dia, meminta agar pemerintah pusat turut mengatasi tidak ada masalah.

“Saya kira enggak ada yang salah dari pak Anies sebagai pemerintah daerah menyampaikan itu. Justru sebaliknya, menurut saya yang salah dalam berpikir Ketua DPC Gerinda Jakarta Timur. Lah apalagi dia latar belakang pendidikannya hukum, harusnya paham dong mekanisme hukum ketatanegaraan,” kata Rojali , Selasa (26/1/2021).

Menurut dia, permintaan yang tidak memiliki landasan yang kuat tersebut sebuah prilaku sesat dalam berpikir.

Maka, dia menjelaskan, dalam pemilihan kepala daerah khususnya pemilihan gubernur, hak itu dipilih langsung oleh rakyat bukan dipilih oleh partai.

Namun, dia tidak memungkiri partai politik juga sebagai prasyarat dalam perhelatan pilkada, hanya saja tegas Rojali cuma sebatas untuk pendaftaran di KPU saja.

“Maka perlu saya tegaskan, bahwa kemenangan Pak Anies sebagai gubernur bukan karena partai politik, warga DKI-lah yang memilih langsung pak Anies sebagai pemimpin ibu kota negara,” kata Rojali.

Selain itu, Rojali menantang Ketua DPC Partai Gerindra Jakarta Timur untuk meminta Ketua Umum Partai Gerindra mundur dari jabatannya sebagai menteri pertahanan.

Alasannya imbuh Rojali, bahwa partai Gerindra di DKI sebagai Pengusung Anies Baswedan, sedangkan di nasional Partai Gerindra sebagai pendukung pemerintah.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved