Breaking News:

Hati-hati Beredar Vaksin Covid-19 Palsu, Garam Disuntik ke Jarum Suntik

Waspada, vaksin coronavirus disease 2019 (Covid-19) palsu beredar di masyarakat.

Penulis: Glery Lazuardi | Editor: Glery Lazuardi
Fresh Daily
Ilustrasi vaksin virus corona 

TRIBUNBANTEN.COM, BEIJING - Waspada, vaksin coronavirus disease 2019 (Covid-19) palsu beredar di masyarakat.

Otoritas keamanan China baru saja menangkap sekitar 80 orang dan menyita lebih dari 3.000 dosis vaksin corona palsu pada Senin (1/2/2021).

Upaya penangkapan itu dilakukan sebagai langkah untuk memerangi kejahatan terkait vaksinasi Covid-19.

Puluhan orang itu telah menipu sejak September 2020. Semua dosis palsu vaksin corona telah dilacak.

Baca juga: Data Pemilih Digunakan untuk Program Vaksinasi Nasional

Baca juga: Cek Daftar Nama yang Dapat Vaksin Covid-19 di pedulilindungi.id, Apakah Ada Namamu Atau Tidak

Seperti dilansir dari Xinhua, vaksin palsu diketahui dibuat dengan cara menyuntikkan garam ke jarum suntik.

Surat kabar Global Times mengutip sumber yang dekat dengan produsen vaksin mewartakan para tersangka kemungkinan hendak mengekspor vaksin palsu buatan ke luar negeri.

Belakangan ini, Polisi China gencar melakukan operasi vaksin corona palsu ke banyak tempat, termasuk di Beijing, Shanghai, dan provinsi timur Shandong.

Hingga awal Januari 2021, China mencatat setidaknya 9 juta orang sudah mendapat vaksin corona buatan dalam negeri.

Mereka mulai melakukan program vaksinasi massal untuk mencegah penyebaran virus corona jelang perayaan Tahun Baru Imlek.

China sejauh ini telah memproduksi, memasarkan, hingga menggunakan vaksin corona buatan Sinovac dan Sinopharm.

Indonesia, Brasil, Turki, dan Uni Emirat Arab sejauh ini telah menggunakan vaksin buatan Sinovac.

Artikel yang dipublikasikan The Conversation mencatat setidaknya ada dua vaksin Covid-19 lainnya yang tengah dikembangkan di China.

Salah satu vaksin adalah CanSino Biologics, yang dilaporkan masuk dalam fase ketiga uji coba di sejumlah negara termasuk Arab Saudi.

Vaksin lain dikembangkan Anhui Zhifei Longcom. Vaksin ini menggunakan bagian virus yang telah dimurnikan untuk memicu kekebalan tubuh, menurut laporan itu.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved