Bupati Terpilih Sabu Raijua Ternyata Warga Amerika, Tapi Kok Punya KTP Indonesia? Begini Ceritanya

Ketua Bawaslu Sabu Raijua, Yugi Tagihuma mengatakan kalau dirinya melakukan penelusuran dengan menyurati pihak Kedubes Amerika.

Tayang:
Penulis: Yudhi Maulana A | Editor: Yudhi Maulana A
Tangkap layar kanal YouTube KPU SABU RAIJUA
Bupati terpilih Kabupaten Sabu Raijua, Orient Patriot Riwu Kore saat debat publik pasangan calon bupati dan wakil bupati Kabupaten Sabu Raijua tahun 2020, Sabtu, 03 November 2020. 

“Dukcapil Kota Kupang sudah mengeluarkan berita acara tentang keabsahan KTP,” kata dia.

Pembohongan Publik

Ketua Bawaslu Sabu Raijua Yugi Tagi Huma menjelaskan bahwa pihaknya sudah mengirimkan surat ke Imigrasi di Kupang dan kantor Imigrasi pusat untuk mencari tahu soal dugaan bupati terpilih Sabu Raijua masih berkewarganegaraan AS.

Selain itu, surat pemberitahuan juga sudah Bawaslu Sabu Raijua sampaikan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat untuk kemudian menanggapi masalah ini.

Baca juga: Helldy-Sanuji Ditetapkan Jadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cilegon Terpilih

Baca juga: Janji Ratu Tatu Bila Terpilih Lagi Jadi Bupati Serang, Beasiswa dari SD Sampai Kuliah

Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Sabu Raijua menyerahkan surat Penetapan Calon Bupati dan Wakil Bupati Terpilih hasil Pilkada Sabu Raijua Tahun 2020 kepada Orient P Riwu Kore - Thobias Uly di Aula Kantor Bupati Sabu Raijua, NTT, Sabtu (23/01/2021).
Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Sabu Raijua menyerahkan surat Penetapan Calon Bupati dan Wakil Bupati Terpilih hasil Pilkada Sabu Raijua Tahun 2020 kepada Orient P Riwu Kore - Thobias Uly di Aula Kantor Bupati Sabu Raijua, NTT, Sabtu (23/01/2021). (kab-saburaijua.kpu.go.id)

Menurut Yugi Tagi, saat pilkada sejatinya, semula pihaknya sudah mengingatkan KPU Sabu Raijua untuk menyelidiki isu bahwa Orient bukanlah berkewarganegaraan Indonesia.

“Kami juga sudah sampaikan peringatan sebelum penetapan. Kami minta mereka agar jangan terburu-buru menetapkan bupati dan wakil bupati terpilih, tetapi akhirnya ditetapkan juga,” tambah dia.

Bahkan, KPU Sabu Raijua bekerja sama dengan Dinas Kependudukan Kota Kupang untuk memastikan bahwa Orient adalah warga negara Indonesia.

Lebih lanjut kata dia Bawaslu sendiri memang sudah menyelidiki dugaan kewarganegaraan Orient itu sejak awal Januari. Pihaknya juga sudah mengirimkan surat ke Kedubes AS di Jakarta sejak awal Januari 2021.

“Namun baru ada konfirmasi dari Kedubes AS di Jakarta hari ini (2/2/2021), setelah penetapan bupati terpilih,” ungkapnya.

7 Tahun Bersama, Rachel Vennya Sebut Pernikahannya dengan Niko Al Hakim Tak Seindah Kisah Fairy Tale

Kesaksian Warga: Dentuman di Malang Terdengar dari Malam hingga Pagi, Mirip Letusan Meriam

Yugi Tagi juga menilai bahwa apa yang dilakukan oleh Orient adalah pembohongan publik dan mencederai sistem perpolitikan di Indonesia.

Untuk selanjutnya Yugi mengatakan menyerahkan seluruh kasus ini ke KPU dan pemerintah untuk penanganan lebih lanjut.

Sebagaimana diketahui Orient P Riwu Kore mencalonkan diri sebagai Bupati Sabu Raijua pada Pilkada 2020.

Ia mencalonkan diri bersama Thobias Uly.

Pasangan Orient-Tobias diusung oleh Partai Demokrat dan PDIP.

Pasangan Orient-Uly meraih 48,3 persen dari total 44.210 suara pemilih Kabupaten Sabu Raijua berdasarkan hasil rekap akhir KPU Sabu Raijua.

Sumber: Tribun Banten
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved