Selain Ampun Bang Jago, Ternyata Rakyat Myanmar Menggandrungi Lagu-lagu Indonesia, Ini Buktinya
Pedagang keliling di perkotaan Indonesia dan di Myanmar kelakuaannya pun mirip-mirip, menyetel musik pop dengan suara keras sambil menggenjot gerobak
TRIBUNBANTEN.COM - Kudeta militer terhadap pemerintahan berkuasa de facto Aung San Suu Kyi di Myanmat di tengah pandemi Covid-19 pada Senin (1/2/2021), menjadi sorotan masyarakat dunia.
Bersamaan itu, tidak kalah ramai diberitakan media internasional adanya aksi senam aerobik dari instruktur Khin Hnin Wai saat kudeta militer di ibu kota Myanmar tengah berlangsung.
Saat itu, dia memandu senam aerobik kelompok via rekaman video, namun tidak menyadari di belakangnya sejumlah pasukan miiter tengah berlalu-lalang dan berkumpul menguasai jatung ibu kota Mynmar.
Yang mengejutkan masyarakat Indonesia adalah senam aerobik di tengah kudeta militer Myanmar itu menggunakan iringan musik lagu Ampun Bang Jago.
Publik Indonesia pun bertanya-tanya bagaimana bisa lagu asal Indonesia bisa sampai di negeri Myanmar yang jaraknya ribuan kilometer dan tidak terlalu mempunyai hubungan sosial yang erat antarkedua negara.
Konflik politik di dalam negeri Myanmar, termasuk kudeta militer yang terjadi baru-baru ini, membuat berbagai pihak di Indonesia menengok kembali sejarah panjang hubungan budaya dan peradaban antarkedua bangsa.
Salah satu yang mengemuka adalah cara pandang atas kehidupan sehari-hari, hingga selera musik.
Tentu masyarakat Indonesia familiar dengan senam kelompok yang dipandu instruktur di halaman kantor pemerintah setiap pagi maupun di ruang terbuka di kota maupun di desa pada akhir pekan.
Rekaman video sang guru aerobik sekarang menjadi dokumentasi sejarah terjadinya kudeta di Myanmar, namun di lapisan yang lain menunjukkan salah satu selera musik yang dipilih masyarakat Myanmar pada tataran kehidupan sehari-hari.
• UPDATE: Militer Myanmar Kepung Yangon dan Umumkan Keadaan Darurat
• Fakta di Balik Guru Myanmar Senam Lagu Ampun Bang Jago Saat Kudeta Militer: Musiknya Sangat Menyatu
Seperti dikutip dari ABC Australia hari Kamis, (4/02/2021), lagu-lagu yang memasyarakat atau tren di Indonesia ada yang digubah ke dalam bahasa Myanmar yang akhirnya memasyarakat di kehidupan sehari-hari mereka.
Ini bukan perkara tangga lagu pop di radio, namun perkara musik dan lagu yang dipilih seorang guru senam, ibu-ibu, pegawai, dan pedagang kaki lima sehari-hari.
Sebab, tidak hanya lagu Ampung Bang Jago, ada beberapa lagu lain asal Indonesia turut digandrungi masyarakat Myanmar.
Salah satunya adalah lagu 'Madu dan Racun' dan bisa dilihat di sini. https://www.youtube.com/watch?v=Npwbz-HS1AY&feature=emb_title
"Lagu Madu dan Racun juga diterjemahkan dan jadi lagu pop di sini," katanya kepada wartawan ABC Indonesia Sastra Wijaya lewat percakapan online.
Pedagang keliling di perkotaan Indonesia dan di Myanmar kelakuaannya pun mirip-mirip, menyetel musik pop dengan suara keras sambil menggenjot gerobak mereka sepenuh hati, hilir mudik di perumahan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/viral-video-sena-aerobik-saat-kudeta-miiter-myanmar.jpg)