Rumah Tua Milik Warga Keturunan Tionghoa di Pecinan Banten, Sempat Diusulkan Jadi Cagar Budaya
Di Kampung Pamarican RW 13 ada sebuah rumah tua tampak terbengkalai dan tidak terurus.
Penulis: Khairul Maarif | Editor: Yudhi Maulana A
Laporan Reporter TribunBanten.com, Khairul Ma'arif
TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Di Kampung Pamarican RW 13 ada sebuah rumah tua tampak terbengkalai dan tidak terurus.
Lokasi tepatnya di pinggir Jalan Bio Banten, Kelurahan Banten, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Banten.
Rumah tua ini letaknya hanya sekitar 30 meter ke arah Benteng Speelwijk dari Koramil Kasemen.
Dari depan, rumah ini memang sangat berbeda sekali dengan rumah yang ada di sekitarnya.
Kamar yang terdapat di rumah ini sudah oleh dipenuhi oleh barang bekas.
Hanya ada satu kamar yang tidak berantakan, yaitu kamar depannya.
Kasur bekas dan motor yang tidak terpakai teronggok di dapur rumah ini.
Atap rumahnya sudah bocor dan di dapur rumahnya tumbuh pohonan liar.
• Ada Bedug di Vihara Avalokitesvara Simbol Toleransi Antar Umat Beragama, Ditabuh Saat Malam Imlek
• Tahun Baru Imlek, Sejarah Etnis Tionghoa Masuk Banten, Jejak Batu Nisan Mandarin dan Masjid Pecinan
Lantai rumahnya berdebu dan dinding rumahnya sampai ada yang berlumut di bagian dapur.
Meskipun, terlihat seperti tidak terurus, rumah ini bukan tanpa pemilik.
Dahulu, rumah ini dimiliki oleh keturunan Tionghoa bernama Tan Beng Tjue alias Picis yang sudah lama menetap di Kampung Pamarican.
Rumah tersebut dimiliki secara turun temurun hingga sekarang yang dimiliki oleh para cucunya.
Sebelumnya, rumah ini dimiliki oleh Tan Kian Gwan alias Benjol yang sudah meninggal sejak 2012.
Sekarang sudah dimiliki dan diurus oleh para anaknya yang berjumlah 12 orang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/rumah-tionghoa-1.jpg)