Breaking News:

Bocah 8 Tahun itu Jadi Saksi Kunci Kekejian Ayahnya Hendak Cabuli dan Bunuh Putri Pak Kades

Teka-teki siapa pelaku pembunuhan gadis kecil berusia 7 tahun anak Pak Kepala Desa di Nias Selatan terkuak. Pelakunya adalah tetangga dekat.

(HO / Tribun Medan)
Polisi melakukan olah TKP bocah perempuan 7 tahun yang ditemukan tewas dalam karung di Perbukitan Dusun II Desa Bawaziono Kecamatan Lahusa, Nias Selatan. 

TRIBUNBANTEN.COM  --  Teka-teki siapa pelaku pembunuhan gadis kecil berusia 7 tahun anak Pak Kepala Desa di Nias Selatan terkuak. 

Pelaku tak lain tetangga korban yang dendam lantaran pernah kalah dalam pemilihan kepala desa. 

PDL, gadis cilik berusia 7 tahun itu tewas lantaran menolak dicabuli dan kemudian kepalanya dipukul berulangkali oleh pelaku tunggal bernama Aluizaro Laia (47) bahkan.

Jenazah lalu dibungkus karung goni dan dibuang ke bukit tak jauh dari kampung.

Aluizaro Laia bahkan sempat berpura-pura ikut mencari keberadaan korban yang sebelumnya dinyatakan hilang.

Sang anak yang masih berusia 8 tahun, justru menjadi saksi kunci aksi keji bapaknya saat menghabisi PDL. 

Baca juga: Kronologi Kakek Cabuli Cucu di Rumah Kosong Kota Serang, Beraksi Saat Tengah Malam

Pura-Pura

Pelaku pembunuhan anak kepala desa di Nias Selatan sempat mendatangi lokasi penemuan jenazah.

Pelaku berniat menyamar agar tak ketahuan bahwa ialah yang membunuh gadis kecil yang jasadnya dimasukkan ke  dalam karung goni. 

Tak hanya itu saja, pelaku juga sebelum ikut mencari keberadaan korban.

Halaman
1234
Editor: Yulis Banten
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved