Ayah Meninggal dan Ibunda Kabur, Secuil Kisah Pilu Dua Anak Yatim yang Hidup Terlantar di Serang
Sejak tiga tahun lalu, Usup dan adiknya ditinggalkan ibunya yang menikah lagi dengan seorang pria asal Yogyakarta.
Penulis: Ahmad Tajudin | Editor: Abdul Qodir
Laporan Wartawan TribunBanten.com Ahmad Tajudin
TRIBUNBANTEN.COM, KOTA SERANG - Dua anak yatim, Usup (16) dan adiknya tinggal di sebuah perkampungan tak jauh dari Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B) di Kota Serang.
Namun, keduanya yang hidup terlantar di sebuah rumah rapuh justru belum tersentuh bantuan.
Ayah dari dua anak itu sudah meninggal dunia 10 tahun yang lalu.
Ibunda yang diharapkan menjadi penopang selanjutnya justru kabur dari rumah begitu saja.
Sejak tiga tahun lalu, Usup dan adiknya ditinggalkan ibunya yang menikah lagi dengan seorang pria asal Yogyakarta.
Usup terpaksa berhenti sekolah saat masih duduk di bangku kelas enam SD lantaran tak lagi mempunyai biaya.
Pekerjaan sebagai tukang bongkar muat batok kelapa dilakoninya agar bisa bertahan hidup bersama adiknya.
"Kalau nggak kerja, kita mau makan apa," ujar Usup saat ditemui di kediamannya, Kampung Kedaung RT 06/03 Kelurahan Cilaku Kecamatan Curug, Kota Serang. Rabu, (17/2/2021).
Baca juga: Kisah Asiah Penjual Gemblong Asal Serang, Pernah Tinggal di Hutan Karena Tak Sanggup Sewa Kontrakan
Baca juga: Viral Kisah Gadis Cantik Cari Ayah Kandung Lewat TikTok, Berpisah Saat Usia Satu Tahun
Meski masih di bawah umur, pekerjaan bongkar muat batok kelapa dilakukan Usup pada malam hingga pagi hari.
Dari pekerjaan itu, ia mendapat upah sekitar Rp 30.000 setiap hari.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/kisah-anak-yatim-hidup-terlantar-di-kota-serang.jpg)