Breaking News:

Warga Desa Tuban Borong 176 Mobil, Wanita Ini Hanya Bisa Lihat Tetangganya Jadi Miliarder

Tarsimah (65) hanya bisa mendengar suara desing knalpot mobil tetangganya warga Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban.

Editor: Glery Lazuardi
SURYA.CO.ID/M Sudarsono
Tarsimah, warga Dusun/Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, yang tidak mendapatkan berkah menjual tanah ke Pertamina, Jumat (19/2/2021). 

TRIBUNBANTEN.COM, TUBAN - Tarsimah (65) hanya bisa mendengar suara desing knalpot mobil tetangganya warga Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

Ternyata, tak semua warga desa itu mendapat rezeki nomplok dari hasil jual tanah ke Pertamina.

Sejumlah warga di desa itu menjual lahan untuk proyek kilang minyak Grass Root Refinery (GRR), patungan Pertamina-Rosneft asal Rusia.

"Tidak dapat apa-apa saya, ya hanya lihat orang yang jual tanah saja pada senang," katanya ditemui di rumah, Jumat (19/2/2021).

Baca juga: HP Serka Heri Purnomo Menyala 24 Jam Setelah Warga Satu Desa di Tuban Mendadak jadi Miliarder

Baca juga: Warga Desa di Tuban Mendadak Jadi Miliarder dan Kompak Beli Mobil, Tapi Ada yang Belum Bisa Nyetir

Ia mengaku, tak punya lahan untuk dijual ke perusahaan plat merah, hingga dia hanya menyaksikan keriuhan di kampungnya saat orang ramai-ramai beli mobil.

Bahkan jangankan tanah, untuk mencukupi kehidupan sehari-hari saja ia harus bertahan dengan bantuan dari pemerintah.

Di dinding depan rumahnya, tertempel pamflet penerima bantuan pangan non tunai (BPNT) dan Program Keluarga Harapan (PKH).

"Tidak punya tanah, ya hanya rumah ini. Saya dan suami sudah tidak kerja, dapat bantuan dari pemerintah," ujarnya.

Di rumah itu ia tinggal bersama Parman (70) suaminya, yang kini mengalami sakit tidak bisa jalan.

Kondisi itu membuatnya harus tetap bertahan dengan segala keterbatasan.

Halaman
123
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved