Breaking News:

Empang Bahagia Desa Kanekes Lebak Teraliri Listrik, Guru Madrasah: Anak-anak Bisa Mengaji Malam Hari

Bahkan, beberapa masyarakat datang ke sini ke rumah, mengucapkan terima kasihnya

dokumentasi PLN UID Banten
Petugas PLN menyambung listrik untuk mengaliri Kampung Cicakalgirang, Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak. 

TRIBUNBANTEN.COM, LEBAK - Kebahagiaan terlihat dari wajah Empang, seorang ketua RT di Kampung Cicakalgirang, Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak.

Desanya kini sudah terang setelah listrik mulai tersambung.

Dulu, petromaks menggunakan minyak tanah jadi penerangan di desa itu.

Namun, begitu minyak tanah langka, masyarakat mulai berpikir.

Baca juga: Cegah Covid-19, PLN UID Banten Berikan Bantuan Senilai Rp 80 Juta bagi Warga Sindang Sari Lebak

Baca juga: Alhamdulillah Listrik di Terdampak Banjir di Tangerang 100% Pulih, PLN Imbau Warga Tetap Waspada

“Sering terlintas pikiran di sini, bagaimana nanti penerangannya, dan kemajuan desanya kalau terus gelap,” ujar Empang lewat rilis yang diterima TribunBanten.com, Minggu (28/2/2021).

Saat ini, dengan adanya PLN, menjadi harapan terang bagi Desa Kanekes karena listrik dapat memberikan kemajuan bagi warga.

“Masyarakat sangat senang karena listrik dapat memberikan kemajuan di masyarakat. Bahkan, beberapa masyarakat datang ke sini ke rumah, mengucapkan terima kasihnya karena listrik sudah tersambung,” ucap Empang.

Ahmad Hidayat, seorang guru madrasah di Desa Kanekes, mengaku bahagia dengan adanya listrik.

Waktu belajar dan mengaji bagi anak-anak didiknya menjadi lebih panjang setelah teraliri listrik.

“Alhamdulillah sekarang ada listrik, jadi anak-anak bisa semakin cerdas karena bisa belajar lebih lama lagi, dan bisa mengaji juga pada malam hari. Jadi saya mengucapkan terima kasih untuk PLN,” katanya.

PLN UID Banten membangun jaringan tegangan menengah sepanjang 2.788 kms, membangun satu unit gardu berkapasitas 100 kVA, dan menyambung jaringan tegangan rendah sepanjang 1.814 kms.

Pembangunan dan penyambungan itu demi mengaliri listrik ke Desa Kanekes.

PLN melalui Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Barat (UIT JBB) sebagai pengelola aset transmisi, melakukan pemeliharaan jaringan transmisi dan gardu induk secara berkala.
PLN melalui Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Barat (UIT JBB) sebagai pengelola aset transmisi, melakukan pemeliharaan jaringan transmisi dan gardu induk secara berkala. (dokumentasi PLN)

Selama proses pembangunan, PLN bahu-membahu bersama masyarakat membangun jaringan listrik, mulai dari melansir tiang beton, penanaman tiang, perampalan pohon, hingga proses penarikan jaringan distribusi listrik.

Manajer PLN UP2K UID Banten Deri Prasetio Utomo mengatakan dalam proses pembangunan dan penyambungan ada beberapa kendala.

Seperti cuaca hujan, kontur geografis Desa Kanekes yang berada di pegunungan, dan akses jalan yang masih minim.

“Sehingga dibutuhkan upaya kerja seperti pelansiran tiang yang harus dilansir manual. Namun, dengan adanya bantuan dan peran serta masyarakat yang sangat antusias, warga Desa Kanekes betul-betul sukarela dan ikhlas untuk membantu PLN,” ujarnya.

Dengan teralirinya listrik ke Desa Kanekes, Banten kini sudah mencapai elektrifikasi Desa Berlistrik 100% terang Benderang.

“Alhamdulillah PLN UID Banten sudah berhasil menyelesaikan melaksanakan pembangunan jaringan listrik pedesaan ke Kampung Cicakalgirang, Desa Kanekes."

"Mudah-mudahan dapat menjadi manfaat bagi Desa Kanekes. Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan listrik secara baik, bijak, dan benar,” kata Deri.

Sumber: Tribun Banten
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved