Mahasiswa Untirta Meninggal
Telusuri Penyebab Kematian Mahasiswa, Untirta Bakal Minta Keterangan Ketua Mapala
Pihak Universitas Sultan Ageng Tirtayasa menelusuri penyebab meninggalnya Fadli, mahasiswa.
Penulis: Marteen Ronaldo Pakpahan | Editor: Glery Lazuardi
Mahasiswa bernama Fadli (18) itu meninggal dunia diduga setelah mengikuti kegiatan pendidikan dan latihan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala).
Fadli mengembuskan napas terakhir pada Senin (1/3/2021). Dia bertempat tinggal di Desa Cikening, Kecamatan Cikedal, Kabupaten Pandeglang, Banten.
Vio, teman korban, mengungkapkan penyebab korban meninggal dunia.
"Tadi korban (meninggal,-red) baru. Setelah selesai kegiatan Mapala pada hari ini. Sebelumnya mengikuti kegiatan Diklat Mapala selama 10 hari," kata dia saat dihubungi, Senin (1/3/2021).
Setelah mengikuti kegiatan Mapala, kata dia, korban langsung menuju tempat kos temannya yang berada di Kota Serang, Banten.
Lalu, dia melanjutkan, korban yang tiba pada saat itu langsung tidur setelah teman korban menawarkan untuk makan terlebih dahulu.
Akan tetapi, korban yang sudah pucat pada saat itu, menolak dan mengatakan ingin beristirahat.
"Korban tidur dan sempat dibangunkan oleh temannya namun tidak bangun dan langsung dilarikan ke rumah sakit namun sudah tidak bernyawa lagi," ujarnya.
Setelah meninggal dunia, menurut dia, korban dibawa ke rumah yang berada di Pandeglang untuk dimandikan dan akan dimakamkan.
Menurut pengakuan keluarga korban dan teman sudah melihat jasad korban, ditemukan beberapa luka fisik di tubuh korban.
"Dikaki nya itu ada luka bekas silet dan berdarah serta dibadan ada memar juga," tambahnya.
Baca juga: Terapis Pijat di Mojokerto Jadi Korban Pembunuhan, Motif Terungkap Pelaku Tak Mampu Bayar Layanan
Baca juga: Sandal Itu Menjadi Kunci Terungkapnya Pembunuhan Marsah, Korban Minta Dilepaskan Demi Anak
Untirta Bantah
Sementara itu, pihak Universitas Sultan Ageng Tirtayasa membantah Fadli meninggal dunia karena mengalami penyiksaan saat mengikuti kegiatan kampus.
Humas Untirta, Dian mengatakan korban memaksakan diri mengikuti kegiatan mapala yang dilakukan oleh pihak UKM.
"Jadi kondisinya pada saat itu sudah sakit dan keluarga membenarkan bahwa yang bersangkutan pernah kecelakaan dibagian kaki berupa patah tulang dan yang lainnya," ujarnya saat dihubungi, Senin (1/3/2021).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/ilustrasi-jenazah-jasad-mayat.jpg)