5 Tips Budidaya Jamur Tiram, Mudah Dipraktikkan untuk Raih Untung Besar

Bagi anda yang ingin mencoba budidaya jamur tiram, perhatikan tips berikut ini. Jamur tiram merupakan jamur yang tumbuh liar.

Penulis: desi purnamasari | Editor: Glery Lazuardi
TRIBUNBANTEN/DESIPURNAMA
Budidaya Jamur Tiram 

Setelah itu, potong ujung baglog untuk memberikan ruang tumbuh lebih lebar. Biarkan selama 3 hari, dan cukup siram pada bagian lantai saja.

Lakukan penyiraman dengan semprotan seperti sprayer. Penyiraman sebaiknya membentuk kabut, bukan tetesan-tetesan air.

Semakin sempurna pengabutan, maka akan semakin baik lakukan menyiramnya 2 sampai 3 kali sehari, tergantung suhu dan kelembaban kumbung.

5. Saat memanen jamur tiram

Kalau baglog yang digunakan permukaannya telah tertutup sempurna dengan miselium, biasanya dalam waktu satu sampai dua minggu sejak pembukaan tutup baglog, jamur akan tumbuh dan sudah bisa dipanen.

Baglog jamur bisa dipanen empat sampai lima kali, bila perawatannya baik.

Setelah selesai memanen itu baglog dibuang atau bisa dijadikan bahan kompos. Panen ini dilakukan pada jamur yang telah mekar dan membesar.

Tepatnya bila ujung-ujungnya telah terlihat meruncing. Namun tudungnya belum pecah, warnanya masih putih bersih.

Menurutnya jika masa panen lewat setengah hari saja, maka warna bisa menjadi agak kuning kecoklatan dan tudungnya akan pecah.

Kalau sudah seperti ini, jamur akan cepat layu dan tidak tahan lama. Jarak panen pertama ke panen berikutnya berkisar dua sampai tiga minggu lagi.

Sumber: Tribun Banten
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved