Beda Sikap 2 Mantan Panglima TNI di Kisruh Demokrat, Moeldoko Buat SBY Malu dan Gatot Menolak KLB

Diketahui ketika Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjabat sebagai Presiden ke-6 RI, Moeldoko diangkat menjadi Panglima TNI.

Penulis: Yudhi Maulana A | Editor: Yudhi Maulana A
Kolase Tribunnews.com
Susilo Bambang Yudhoyono pernah memberi jabatan kepada Moeldoko dan Gatot Nurmantyo ketika masih menjabat sebagai Presiden RI 

"Karena saya terima kasih atas penghargaan ini dan akan saya pertanggungjawabkan".

'Laksanakan tugas dengan profesional. Cintai prajuritmu dan keluarga dengan segenap hati dan pikiranmu. Itu saja, selamat'.

"Beliau tidak titip apa-apa, tidak pesan lainnya lagi," sambung Gatot.

Gatot mengakui, bahwa SBY merupakan presiden yang telah membantunya meraih prestasi di dunia kemiliteran.

Berkat jasa besar SBY itu lah yang membuat Gatot tanpa berpikir dua kali langsung menolak tawaran kudeta terhadap AHY.

"Maksud saya begini, apakah iya saya dibesarkan oleh dua Presiden. Satu Pak Susilo Bambang Yudhoyono, satu lagi Pak Joko Widodo, kan gitu".

"Terus saya membalasnya dengan mencongkel (kudeta) anaknya," imbuh Gatot.

(Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Gatot Nurmantyo Buka-bukaan Pernah Diajak Kudeta Partai Demokrat, dan Sindiran AHY untuk Moeldoko dan SBY: Saya Malu karena Dulu Telah Memberikan Jabatan kepada Moeldoko)

Sumber: Tribun Banten
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved