Breaking News:

Beda Sikap 2 Mantan Panglima TNI di Kisruh Demokrat, Moeldoko Buat SBY Malu dan Gatot Menolak KLB

Diketahui ketika Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjabat sebagai Presiden ke-6 RI, Moeldoko diangkat menjadi Panglima TNI.

Penulis: Yudhi Maulana A | Editor: Yudhi Maulana A
Kolase Tribunnews.com
Susilo Bambang Yudhoyono pernah memberi jabatan kepada Moeldoko dan Gatot Nurmantyo ketika masih menjabat sebagai Presiden RI 

TRIBUNBANTEN.COM - Dua mantan Panglima TNI, Moeldoko dan Gatot Nurmantyo terseret dalam kisru Partai Demokrat.

Moeldoko terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Partai Demokrat dalam Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di Deli Serdang, Sumatera Utara.

Diketahui ketika Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY) menjabat sebagai Presiden ke-6 RI, Moeldoko diangkat menjadi Panglima TNI.

Sementara Gatot Nurmantyo kala itu diangkat menjadi Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) oleh SBY.

Namun keduanya berbeda sikap dalam kisruh yang ada di dalam tubuh berlambang mercy itu.

Diangkatnya Moeldoko sebagai Ketum Partai Demokrat versi KLB membuat SBY sebagai Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat angkat bicara.

SBY secara gamblang menyebut tindakan Moeldoko merupakan perbuatan yang tidak terpuji.

"Apa yang dilakukannya (Moeldoko) jauh dari sikap kesatria dan nilai-nilai moral. Apa yang dilakukannya hanya mendatangkan rasa malu," ujar SBY dalam konferensi persnya di Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Jumat (5/3/2021) dikutip dari Tribunnews.com.

Baca juga: Moeldoko Kini Jadi Ketum Demokrat Versi KLB, Intip Sejumlah Kekayaannya yang Capai Puluhan Miliar

Baca juga: Ini Isi Curhatan Annisa Pohan, Istri AHY Setelah Moeldoko Jadi Ketua Umum Partai Demokrat Versi KLB

"Termasuk rasa malu dan rasa bersalah saya yang beberapa kali memberikan kepercayaan dan jabatan kepadanya. Saya memohon ampun kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa atas kesalahan saya itu," imbuhnya.

Sebagai informasi, di era SBY, Moeldoko diangkat menjadi Panglima TNI.

Dalam konferensi pers yang dihadiri Ketum Demokrat AHY, Waketum PD Edhie Baskoro atau Ibas Yudhoyono ini, SBY juga menyindir reaksi berbagai pihak yang memberikan tanggapan miring kepada AHY saat mengungkap upaya kudeta.

"Tetapi hari ini sejarah telah mengabadikan apa yang terjadi di negara yang kita cintai ini. Banyak yang tidak percaya bahwa KSP (Kepala Staf Presiden) Moeldoko yang bersekongkol dengan orang dalam benar benar tega dan dengan darah dingin melakukan kudeta ini. Sebuah perebutan kepemimpinan yang tidak terpuji, jauh dari sikap kesatria dan nilai nilai moral," jelas SBY.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memberi ucapan selamat usai lantik Jenderal Moeldoko sebagai Panglima TNI pada 30 Agustus 2013.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memberi ucapan selamat usai lantik Jenderal Moeldoko sebagai Panglima TNI pada 30 Agustus 2013. (Twitter SBY @SBYudhoyono)

Gatot Nurmantyo Tolak Keras KLB

Sementara, sebelum KLB itu terjadi, Gatot Nurmantyo mengaku ditawari untuk ikut andil dalam aksi 'kudeta' Partai Demokrat.

Halaman
123
Sumber: Tribun Banten
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved