Hanya 2 Jam, Warga Kaujon Kota Serang ini Ubah Kayu Bekas Jadi Kerajinan Tangan Bertuliskan Arab
Hakim hanya butuh waktu dua menit untuk menyelesaikan sketsa huruf arab bertuliskan Subhanallah.
Laporan Reporter TribunBanten.com Amanda Putri Kirana
TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Sembari memegang pensil, telapak tangan kanan Abdul Hakim meliuk di atas kayu bekas sepanjang 30 sentimeter dan lebar 10 sentimeter.
Gerakan tangan pria berusia 52 tahun ini terlihat lincah membuat sketsa tulisan arab.
Hakim hanya butuh waktu dua menit untuk menyelesaikan sketsa huruf arab bertuliskan Subhanallah.
Sketsa huruf itu kemudian dipotong menggunakan gergaji berbentuk u.
Satu per satu huruf itu dirangkai dan ditempelkan di tubuh kayu yang rata sepanjang 30 sentimeter dan lebar 10 sentimeter.
Baca juga: Mengintip UKM Kerajinan Tangan Hingga Makanan Lezat di Pinggir Jalan Sudirman Jakarta
Baca juga: Kisah Perajin Asal Kabupaten Serang, Buat Miniatur dari Limbah Kayu Jadi Cendera Mata di Acara PBB
Dia memahat tepi kayu agar meliuk atau bergelombang.
Sebelum proses vernis, kerajinan tangan itu harus diamplas agar tekstur kayunya lebih halus.
Untuk mempercantik bentuk, keseluruhan elemen kayu divernis hingga mengilap dan dan warnanya menjadi mencolok.
Papan ukiran tulisan arab yang telah selesai dibuat tidak diberi cat warna tambahan untuk memberikan kesan alami dan tradisional.
Untuk menyelesaikan satu kerajinan tangan tradisional itu, Abdul hanya membutuhkan waktu dua jam.
Selain kayu, Hakim memanfaatkan botol bekas, pelepah pisang, batang bambu, dan daun kelapa.
Dia menjual hasil kerajinannya berkisar antara Rp 15.000 sampai jutaan rupiah, tergantung kerumitan pembuatannya.
"Permintaan paling banyak untuk papan bertuliskan huruf arab," ujarnya kepada TribunBanten.com di rumahnya, Senin (8/3/2021).
Bahkan, sebelum pandemi Covid-19, Hakim bisa membuat 10 papan bertuliskan huruf arab dalam sehari.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/abdul-hakim-membuat-kerajinan-tangan-bertuliskan.jpg)