Kecelakaan Maut di Sumedang
Wanita Korban Selamat Kecelakaan Bus di Sumedang, Ungkap Dirinya Rela Telanjang Agar Bisa Keluar
Eha Nuraeti (55), penumpang wanita yang selamat dari kecelakaan maut bus di Sumedang tak henti mengucap rasa syukur.
TRIBUNBANTEN.COM - Eha Nuraeti (55), penumpang wanita yang selamat dari kecelakaan maut bus di Sumedang tak henti mengucap rasa syukur.
Melansir Tribunnews, Warga Pasirlaja, Desa Pakuhaji, Kecamatan Cisalak, Subang ini nerhasil selamat dari kecelakaan maut bus di Tanjakan Cae, Wado, Sumedang.
Eha bercerita ia sampai telanjang agar bisa selamat dari himpitan bus.
Seperti diketahui, bus rombongan siswa SMP IT Al Muawwanah, Subang ini jatuh ke dalam jurang saat melintas di Jalan Raya Wado-Malangbong, Dusun Cilangkap, RT 01/06, Desa Sukajadi, Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang.
27 orang penumpang termasuk sang sopir meninggal dunia dalam kecelakaan maut ini.
Eha Nuraeti bercerita awalnya ia tak berniat ikut ziarah bersama rombongan SMP IT Al Muawanah ke Pamijahan.
Awalnya Eha hanya berniat mengantar keponakannya saja sampai naik bus.
"Saya khawatir terjadi sesuatu, ada firasat gak enak. Awalnya emang cuma mau nganter Ucup sampai ke depan bus."
"Tapi diajak karena masih ada kursi kosong, akhirnya pulang, siap-siap mandi ikut ke sana," imbuhnya
Firasat Eha rupanya benar terjadi.
Bus yang ia tumpangan mengalami kecelakaan masuk jurang di Tanjakan Cae.
Sebelum kecelakaan, Eha mengatakan penumpang sempat mencium bau hangus.
Menyadari ada yang tak beres, kata Eha, penumpang lantas bertanya pada sopir.
Betapa kagetnya Eha ketika sopir bus tersebut mengatakan bahwa rem blong.
Serempak, Eha bersama penumpang lainnya melantunkan sholawat dan berdoa.